ekonomi

Apa Itu Padi Iradiasi Nuklir, Diklaim Mampu Wujudkan Swasembada Pangan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 13:00 WIB
Ilustrasi Padi Iradiasi Nuklir (Gemini AI)

KLIK SAJA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan panen perdana benih penjenis (breeder seed) varietas padi unggul hasil pemuliaan mutasi iradiasi di Subang, Jawa Barat pada April 2026 lalu.

Langkah ini menjadi bagian penting dari strategi penguatan swasembada pangan nasional melalui pengembangan benih berkualitas tinggi dengan produktivitas lebih optimal.

Varietas padi hasil teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman sekaligus mendongkrak hasil panen gabah per hektare secara signifikan.

Kehadiran benih unggul juga menjadi solusi bagi berbagai persoalan yang selama ini dihadapi petani, mulai dari tanaman mudah roboh hingga ancaman penyakit dan serangan hama.

Kepala BRIN, Arif Satria, menerangkan bahwa pemanfaatan teknologi nuklir melalui radiasi sinar gamma Cobalt-60 (Co-60) kini telah memasuki tahap implementasi nyata, bukan sekadar penelitian laboratorium.

Dalam prosesnya, energi radiasi diberikan pada benih padi dengan dosis tertentu untuk memicu perubahan pada struktur DNA tanaman.

Perubahan tersebut kemudian diseleksi secara ketat oleh para peneliti dan pemulia tanaman guna mendapatkan karakter unggul yang diinginkan.

Metode ini digunakan untuk memperbaiki berbagai kelemahan tanaman, seperti batang yang terlalu tinggi, umur panen yang terlalu lama, hingga kerentanan terhadap penyakit.

Arif menegaskan bahwa teknologi pemuliaan mutasi iradiasi berbeda dengan rekayasa genetika atau Genetically Modified Organism (GMO).

Pada metode ini tidak ada penyisipan gen asing ke dalam tanaman, sehingga benih yang dihasilkan tetap aman dikonsumsi dan ramah terhadap lingkungan pertanian.

Gandeng Industri Perbenihan Nasional

Agar hasil riset tidak berhenti di laboratorium, BRIN menggandeng sektor swasta melalui kerja sama strategis dengan CV Fiona Benih Mandiri dan PT Sipetapa.

Kolaborasi ini dilakukan melalui skema lisensi Perlindungan Varietas Tanaman (PVT), sehingga industri perbenihan nasional dapat memperbanyak dan mendistribusikan benih unggul tersebut ke pasar secara lebih luas.

Proses perbanyakan benih dilakukan di Subang menggunakan benih penjenis berlabel kuning dengan tingkat kemurnian genetik mendekati 100 persen.

Halaman:

Tags

Terkini