Apa Itu Padi Iradiasi Nuklir, Diklaim Mampu Wujudkan Swasembada Pangan Nasional

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 10 Mei 2026 | 13:00 WIB
Ilustrasi Padi Iradiasi Nuklir (Gemini AI)
Ilustrasi Padi Iradiasi Nuklir (Gemini AI)

Seluruh tahapan produksi diawasi langsung oleh tim peneliti dari Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN untuk memastikan kualitas tetap terjaga.

Pengawasan dilakukan secara ketat melalui proses roguing, yaitu pembersihan tanaman yang menyimpang dari karakter unggulnya.

Langkah ini penting untuk menjaga mutu genetik benih inti sebelum nantinya diproduksi massal oleh industri.

Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Industri BRIN, Mulyadi Sinung Harjono, menyebut dukungan mitra industri menjadi kunci penting dalam mempercepat distribusi benih unggul ke petani.

Menurutnya, kerja sama tersebut akan mempercepat proses produksi massal sehingga benih hasil inovasi BRIN dapat segera dimanfaatkan di berbagai daerah sentra pangan nasional.

Tiga Varietas Padi Unggul Hasil Iradiasi

Dalam program pengembangan ini, BRIN memperkenalkan tiga varietas padi unggul hasil mutasi iradiasi yang memiliki karakteristik berbeda sesuai kebutuhan pertanian modern.

  1. Sidenuk

Sidenuk atau Sintanur Dedikasi Nuklir dikenal sebagai varietas padi berumur sangat genjah dengan masa panen sekitar 103 hari. Varietas ini memiliki batang kokoh sehingga lebih tahan terhadap risiko rebah, serta berpotensi menghasilkan panen hingga 9,1 ton per hektare.

  1. Tropiko

Varietas Tropiko termasuk kategori Padi Tipe Baru (PTB) dengan produktivitas tinggi mencapai 10,53 ton per hektare. Selain menghasilkan nasi bertekstur pulen, Tropiko juga memiliki ketahanan terhadap serangan hama wereng cokelat yang sering menjadi ancaman utama petani.

  1. Bestari

Bestari unggul dalam jumlah anakan produktif yang banyak dan memiliki daya tahan tinggi terhadap penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB), salah satu penyakit yang kerap menyebabkan gagal panen.

Pengembangan ketiga varietas tersebut diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan di sektor pertanian, sekaligus meningkatkan produktivitas sawah nasional secara berkelanjutan.

Baca Juga: Review Film Jurassic World Dominion (2022), Penutup Kisah Dinosaurus Legendaris yang Angkat Isu Krisis Pangan

Melalui proses perbanyakan benih secara bertahap, benih penjenis hasil inovasi BRIN ini diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan tanam di ribuan hektare lahan sawah dalam beberapa musim mendatang.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X