ekonomi

Mengenal Kerajinan Anyaman Tape Khas Gayo Lues yang Terbuat dari Daun Pandan

Senin, 16 Februari 2026 | 22:22 WIB
contoh Anyaman Tape (pemda Aceh)

KLIK SAJA - Di jantung dataran tinggi Aceh, berdiri sebuah wilayah yang dijuluki Gayo Lues—“Negeri Seribu Bukit”.

Hamparan perbukitan hijau, hutan yang rimbun, serta aliran sungai yang membelah kampung-kampung menjadi sumber kehidupan sekaligus inspirasi bagi masyarakatnya.

Dari alam yang subur itulah lahir beragam karya seni tradisional, salah satunya anyaman daun pandan yang dikenal dengan nama Tape.

Berbeda dengan istilah “tape” yang umum diasosiasikan dengan makanan hasil fermentasi, dalam bahasa Gayo, Tape merujuk pada anyaman berbentuk persegi panjang dengan beberapa ruang di dalamnya.

Fungsinya bukan sekadar wadah, melainkan pembungkus nasi yang digunakan dalam berbagai upacara adat.

Di Gayo Lues, Tape kerap dijadikan simbol undangan dalam hajatan seperti kelahiran, pernikahan, hingga khitanan—sebuah bentuk penghormatan yang sarat makna.

Perjalanan sebuah Tape dimulai dari alam. Daun pandan liar dipetik dari sekitar kampung, terutama yang tumbuh di tepi sungai.

Duri-durinya dibersihkan, daunnya dihaluskan, lalu direbus untuk menguatkan seratnya. Setelah itu, daun dijemur hingga kering, diberi warna, dan dijemur kembali agar warna meresap sempurna.

Ketika bahan telah siap, proses menganyam pun dimulai. Helai demi helai pandan disatukan dengan pola yang telah dihafal di luar kepala.

Teknik merangkai motif ini disebut Nayu—sebuah keterampilan yang diwariskan turun-temurun.

Sebagian besar pengrajin Tape adalah perempuan. Di tangan merekalah pandan yang sederhana berubah menjadi karya bernilai budaya tinggi.

Tak ada mesin modern, tak ada alat canggih—hanya jemari lentur, ketelatenan, dan kesabaran yang panjang.

Sering kali, proses menganyam berlangsung sambil berbagi cerita tentang keluarga, panen, atau kenangan masa kecil. Suasana hangat itu seakan ikut terjalin dalam setiap anyaman.

Tape bukan sekadar benda pakai atau hiasan. Ia adalah simbol ketekunan, cinta pada tradisi, dan penghormatan terhadap warisan leluhur.

Halaman:

Tags

Terkini