ekonomi

Alert! Inggris Sedang Alami Krisis Kekurangan Tukang Bangunan

Sabtu, 14 Desember 2024 | 16:14 WIB
Ilustrasi pekerja bangunan di Inggris (net-temps.co.uk)

KLIK SAJA - Inggris tidak memiliki cukup pekerja konstruksi untuk membangun 1,5 juta rumah yang telah dijanjikan pemerintah.

Dilansir dari BBC, puluhan ribu rekrutan baru dibutuhkan untuk pekerjaan pemasangan batu bata, pekerjaan tanah, dan pertukangan agar dapat mencapai target.

Federasi Pembangun Rumah (HBF), bersama dengan pembangun rumah terbesar di Inggris Barratt Redrow mengatakan kekurangan keterampilan, pekerja yang mulai menua, dan permasalhan Brexit merupakan beberapa faktor di balik menyusutnya jumlah tenaga kerja bidang konstruksi.

Baca Juga: Muhammad Menjadi Nama Bayi Terpopuler di Inggris, Efek Mo Salah?

Pemerintah mengonfirmasi adanya "kekurangan yang parah" pekerja konstruksi tetapi mengatakan pihaknya "mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki" masalah tersebut.

Minggu lalu, Perdana Menteri Sir Keir Starmer mengulangi janji yang dibuatnya segera setelah menjabat untuk membangun 1,5 juta rumah baru di Inggris pada tahun 2029.

Partai Buruh berharap pembangunan lebih banyak rumah akan menurunkan harga rumah dan membuat pembelian dan penyewaan rumah lebih terjangkau, terutama bagi kaum muda.

Targetnya berarti membangun rata-rata 300.000 rumah baru setiap tahunnya.

Sementara jumlah tenaga kerja saat ini diperkirakan mencapai 2,67 juta, menurut Dewan Pelatihan Industri Konstruksi (CITB).

Namun, untuk setiap 10.000 rumah baru yang dibangun, sektor ini membutuhkan sekitar 30.000 tenaga kerja baru di 12 bidang, menurut HBF, badan perdagangan untuk industri pembangunan rumah di Inggris dan Wales.

HBF menyatakan bahwa meskipun industri tersebut memiliki "kapasitas untuk menghasilkan tingkat pembangunan saat ini, puluhan ribu orang baru perlu direkrut jika kita ingin mencapai target yang ditetapkan".

Baca Juga: Gembong Narkoba Bulgaria Diadili di Inggris, Modus Kargo Pisang Berisi Kokain Senilai 4 Triliun Rupiah

Artinya, sangat mustahil untuk mencapai target pembangunan rumah, dengan hanya menggunakan tenaga kerja konstruksi yang sangat sedikit.

Namun HBF juga mengatakan bahwa Inggris "tidak memiliki cukup banyak talenta" untuk dipekerjakan.

Halaman:

Tags

Terkini