ekonomi

Tidak Cuma Helm! Jagung Juga Kini Ber-SNI, Upaya Menembus Pasar Ekspor

Kamis, 5 Desember 2024 | 13:27 WIB
Ilustrasi petani panen jagung (corteva)

Laporan Badan Karantina Pertanian di periode Juni 2023, menginformasikan beberapa produk turunan jagung menjadi komoditas yang paling laku di pasar ekspor.

Produk Tepung Pati Jagung diminati di pasar ekspor Filipina, Thailand, Vietnam, UEA, dan Malaysia dengan volume ekspor 5,3 ribu ton.

Kemudian, Bungkil Jagung dengan volume ekspor 840,6 ton, diminati pasar ekspor Jepang dan Korea Selatan.

Lalu yang terakhir adalah Tepung Jagung, total  sebanyak 744 ton diekspor ke Malaysia, Filipina, Korea Selatan, Meksiko, dan India.

Pengolahan Jagung menjadi produk turunan, menjadi sangat penting karena memberikan nilai margin tambah cukup besar.

Hal ini tak lepas peran pemerintah yang juga turut membantu bantuan teknologi pengolahan jagung.

Saat ini, Kementerian Pertanian telah berhasil menghasilkan banyak varietas jagung.

Baca Juga: 7 Ide Peluang Usaha di Bidang Agrobisnis Yang Bisa Diekspor Ke Luar Negeri

Varietas jagung yang telah dilepas oleh Menteri Pertanian hingga Oktober tahun 2022 tercatat sebanyak 361 varietas, terdiri dari 298 varietas jagung hibrida, 59 varietas jagung komposit, dan 4 varietas jagung hibrida produk rekayasa genetik (PRG).

Dari 361 varietas yang dilepas, 37 varietas di antaranya telah dimohonkan perlindungan hak PVT dan sebanyak 35 varietas telah mendapat sertifikat perlindungan Hak PVT.  

Disamping itu pihak produsen dan eksportir diwajibkan untuk mematuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan negara tujuan ekspor, serta peraturan (standar) dari berbagai institusi pemerintah guna menjamin kualitas produk, keamanan pangan, kesehatan konsumen, perlindungan lingkungan, dan persaingan pasar yang sehat.

Maka dari itupemerintah sendiri telah menerbitkan beberapa SNI terkait komoditas jagung, yang menjadi salah satu penentu komoditas jagung mampu menembus pasar ekspor. 

Beberapa SNI terkait jagung yaitu SNI 01-3173-1992 untuk bungkil jagung, SNI 3727:2020 untuk tepung jagung, dan SNI 8523-2018 untuk tepung pati jagung.

Parameter yang digunakan untuk dijadikan penilaian terhadap jagung tersebut adalah harus memenuhi syarat mutu umum dan khusus sesuai standar internasional

Diharapkan penerapan SNI jagung sejak dimasa budidaya hingga ke produk turunannya akan mendorong peningkatan eksport jagung Indonesia ke pasar dunia.***

Halaman:

Tags

Terkini