KLIK SAJA - Jagung merupakan salah satu komoditas tanaman pangan palawija yang memiliki peran penting bagi perekonomian di Indonesia.
Jagung sendiri bisa diolah untuk berbagai bahan pangan baik industri pangan dan pakan, bahkan di beberapa daerah dijadikan makanan pokok selain nasi.
Bahkan kini pun jagung juga bisa diolah dan dimanfaatkan sebagai bahan bakar (biofuel).
Kementerian Pertanian telah mencanangkan “Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia di tahun 2045 (LPD-45)”, untuk mewujudkannya maka dibuatlah blueprint.
Baca Juga: Catat! 5 Produk UMKM Indonesia Yang Berpotensi Diekspor Ke Inggris
Blueprint ini diantaranya berisi peningkatan swasembada pangan, salah satunya komoditas jagung, yang jumlah produksinya terus meningkat.
Kedepannya pemerintah menargetkan swasembada jagung, guna meningkatka daya saing dan ekspor jagung, dan bagaimana upaya Indonesia untuk mencapai lumbung pangan dunia.
Melansir Data Pusdatin, Kementerian Petanian, produksi jagung di Indonesia di tahun 2020 mencapai 29,02 juta ton, meningkat dibanding produksinya pada tahun sebelumnya.
Sementara produksi pada tahun 2019 baru mencapai sebesar 22,58 juta ton.
Volume dan nilai ekspor jagung tahun 2020 tercatat juga meningkat dibandingkan tahun 2019, masing-masing sebesar 148,94 persen dan 133,41 persen.
Sedangkan impor jagung di tahun 2020 justry mengalami penurunan volume sebesar 13,92 persen dari tahun 2019, dari sisi nilai ekspor pun menurun sebesar 16,81 persen, diakibatkan memasuki masa Covid.
Baca Juga: Mengenal Konsepsi Koperasi dalam Perspektif Bung Hatta
Lalu pada tahun 2022, BPS mencatat secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia dari Januari - Desember 2022 naik sebesar 26,07 persen dibanding periode 2021 lalu.
Ekspor jagung Indonesia kebanyakan didominasi oleh produk olahan/turunan, sementara impor jagung didominasi produk segar.