Tidak ada keterangan terperinci dari hilangnya nama Prajogo dari daftar pemegang saham 5 persen GZCO.
Namun, per 31 Oktober, seiring Prajogo terhapus dari daftar, kepemilikan masyarakat (yang masing-masing di bawah 5 persen).
Bertambah dengan jumlah dan persentase yang sama dengan milik Prajogo sebelumnya.
Kepemilikan masyarakat naik 7,84 persen (470.418.000 lembar saham) dari 1.636.238.500 lembar saham (27,26 persen) per 30 September 2023 menjadi 2.106.656.500 lembar saham (35,10 persen).
Melihat data tersebut, belum bisa dipastikan pula apakah Prajogo melepas keseluruhan kepemilikan atau hanya melepas sebagian hingga akhirnya kepemilikannya di GZCO berada di bawah 5 persen (sehingga hilang dari daftar).
Baca Juga: Resmi! KPK Tetapkan Eddy Hiariej Jadi Terangka
PT Golden Zaga Indonesia, yang merupakan pengendali GZCO, masih menggenggam 28,37 persen saham per 31 Oktober 2023 dan 31 November 2023, tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya.
Demikian pula dengan pengendali lainnya, Presiden Komisaris GZCO Tjandra Mindharta Gozal, yang tetap memiliki 26,37 persen saham perseroan.
Nyamdorj Chuluunbaatar juga masih memiliki 9,85 persen saham GZCO per akhir November 2023.
Prajogo sendiri dikenal memiliki emiten holding energi PT Barito Pacific Tbk (BRPT), emiten petrokimia PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA).
Hingga emiten batu bara PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan teranyar—dan sedang menjadi hot stock--perusahaan panas bumi PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).***