Di Tanah Air, sapi limosin umumnya diternakkan melalui program kawin silang dengan jenis lokal seperti Ongole atau Brahman.
Hasil persilangan ini disebut sebagai peranakan limosin, yang bisa tumbuh besar seperti limosin murni namun lebih tahan terhadap cuaca tropis.
Beberapa peternakan unggulan berada di lereng Gunung Merapi, di mana sapi-sapi ini diberi perawatan ekstra mulai dari makanan bergizi hingga pijatan rutin untuk merangsang pertumbuhan otot.
Tak hanya menjadi simbol kemakmuran, memilih sapi limosin sebagai hewan kurban juga menjadi cerminan niat terbaik dalam berkurban.
Dengan ukurannya yang megah dan kualitasnya yang istimewa, tak heran jika sapi limosin terus menjadi favorit pada setiap Iduladha.***