Ekbis, Klik Saja - Pergerakan saham pada pasar Bursa efek memang sering kali dipantau langsung BEI sebagai lembaga pengawasan.
Pada hari ini ada dua emiten saham yang menjadi pantauan serius dari BEI yang dinilai tak wajar dalam pergerakannya.
Lantas apa saja kedua saham yang menjadi pantauan BEI yang dinilai tak wajar pada pergerakan pasar hari ini, selengkapnya disini.
Baca Juga: ADB Prediksi Ekonomi Indonesia Bakal Tumbuh 5 Persen
Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA) dan PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) dalam radar pantauan.
Ternyata kedua saham itu akibat adanya peningkatan harga saham maupun pola transaksi tak wajar di luar kebiasaaan (Unusual Market Activity).
Demikian pengumuman BEI yang diteken Kepala Divisi Pengawasan Transaksi, Yulianto Aji Sadono serta Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan, Pande Made Kusuma Ari A, dikutip Senin (29/4).
Baca Juga: Bahas IKN, Presiden Jokowi Terima Kunjungan Kehormatan Menlu Singapura
"Dalam rangka perlindungan investor, dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham ATLA di luar kebiasaan (UMA)," ujar BEI.
Saham ATLA diketahui melonjak dalam empat hari perdagangan pekan lalu. Pada 22 April, saham emiten yang baru listing dua pekan ini melesat 24,53 persen ke level 264.
Kemudian pada 25 April, melambung lagi 24,32 persen ke 276, dan lompat 5,07 persen ke 290 pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.
Baca Juga: Indonesia Dorong Penetapan Hari Danau Sedunia! dalam Event World Water 2024 Forum ke-10
Dalam sepekan ini, saham ATLA sudah naik 9,85 persen.
Informasi terakhir mengenai emiten ATLA adalah informasi 5 April 2024 yang dipublikasikan melalui website BEI tentang pencatatan saham dari penawaran umum.
Sementara itu, saham GPSO juga masuk pantauan Bursa.
Artikel Terkait
Penutup Tahun 2023, SIG Tercatat Lakukan Reklamasi Seluas 228,64 Hektare Lahan Pasca Tambang di Tuban
Mencengangkan! Pasca Idul Fitri 2024, Produksi Mineral Batu Bara Dalam Negeri Tembus Angka 195,74 Ton Sampai Bulan Ini
Picu Ketegangan Antara Negara Iran dengan Israel, BTC Sempat Drop dan Berlangsung Pulih 3 Persen Selama Akhir Pekan
Bakal Incar Saham Bank Syariah Indonesia atau BSI, Abu Dhabi Islamic Bank (ADIB) Turun Hingga 5,7 Persen
ADB Prediksi Ekonomi Indonesia Bakal Tumbuh 5 Persen