KLIK SAJA – Mungil, gesit dan terbang sangat cepat, itulah burung Madu Sriganti yang juga menjadi favorit kicau mania karena lengkingannya.
Burung madu sriganti atau burung-madu kuning (Cinnyris jugularis) merupakan salah satu anggota keluarga Nectariniidae yang sangat dikenal di Indonesia.
Tubuhnya mungil, namun menyimpan kemampuan luar biasa yang membuatnya mudah dikenali dan menarik perhatian.
Pejantan umumnya memiliki panjang tubuh sekitar 10–11,5 sentimeter dengan berat 6,7–11,9 gram. Betina berukuran sedikit lebih kecil, dengan berat berkisar 6–10 gram.
Ciri paling menonjol dari burung ini adalah paruhnya yang panjang, ramping, dan runcing—alat utama untuk mengisap nektar bunga yang menjadi sumber makanan utamanya.
Kemampuan terbang burung madu sriganti tergolong unik dan mengagumkan. Kepakan sayapnya dapat mencapai sekitar 90 kali per detik, memungkinkan burung ini melesat dengan kecepatan hingga 54 kilometer per jam.
Bukan hanya itu, sriganti juga mampu terbang mundur, bermanuver tajam, serta melayang di udara (hovering) saat mengisap nectar layaknya burung kolibri.
Baca Juga: Ini Dia Kakapo, Burung Kakatua yang Tak Bisa Terbang dan Diambang Kepunahan Asal Selandia Baru
Kemampuan ini menjadikannya salah satu dari sedikit jenis burung yang dapat mengakses nektar bunga dengan presisi tinggi.
Persebaran Luas dan Habitat Fleksibel
Burung madu sriganti memiliki wilayah persebaran yang sangat luas. Di alam liar, burung ini dapat dijumpai mulai dari dataran rendah hingga daerah pegunungan dengan ketinggian sekitar 1.700 meter di atas permukaan laut.
Habitat alaminya mencakup semak belukar, hutan hujan tropis, kawasan mangrove, tepi hutan, hingga area perkebunan dan permukiman warga.
Fleksibilitas inilah yang membuat sriganti relatif mudah ditemui di berbagai wilayah.
Secara global, terdapat lebih dari 20 subspesies burung madu sriganti yang tersebar di Asia Selatan, Asia Tenggara, hingga Australia bagian utara.