edukasi

Mengenal Mangokal Holi, Tradisi Suku Batak Menggali Tulang Belulang Leluhur

Kamis, 11 September 2025 | 11:34 WIB
Tulang belulang leluhur yang digali dari kuburan (jakpost)

Tahap Persiapan dan Peran Tondong

Pelaksanaan Mangokal Holi membutuhkan waktu panjang, mulai dari persiapan hingga perayaan yang bisa berlangsung berhari-hari.

Tahap awal dimulai dari niat keluarga inti, yang kemudian meminta izin kepada tetua adat setempat. Setelah itu, keluarga bermusyawarah menentukan waktu, biaya, dan lokasi acara.

Sebelum hari pelaksanaan, keluarga juga harus meminta restu kepada para tondong—kerabat laki-laki dari pihak ibu maupun istri leluhur yang akan di-okal.

Pertemuan ini menjadi wadah untuk meminta izin sekaligus mengundang mereka hadir dalam pesta adat.

Pada momen ini pula nilai kekerabatan kembali diteguhkan, melibatkan generasi tertua hingga termuda.

Ritual dan Simbolisme

Prosesi Mangokal Holi selalu diawali doa sesuai kepercayaan masing-masing.

Setelah suku Batak mengenal agama, doa dipimpin oleh seorang pendeta.

Dalam upacara ini, seekor kerbau biasanya disembelih sebagai lambang sakral yang menyatukan seluruh keturunan dalam satu keluarga besar.

Ritual ini sarat makna moral dan religius, menekankan hubungan erat antara manusia dengan leluhur serta Tuhan.

Nilai-nilai ini terjalin dalam struktur kekerabatan Batak dan diwariskan turun-temurun.

Makna dan Tujuan

Pelaksanaan Mangokal Holi tidak hanya ritual, tetapi juga pesta sukacita. Biaya yang dikeluarkan ditanggung bersama oleh seluruh garis keturunan.

Warga desa pun diundang untuk turut merayakan, sehingga tercipta kebersamaan dan solidaritas sosial.

Halaman:

Tags

Terkini