edukasi

Mengenal Upacara Adat Tohoq, Prosesi Melepas Jenazah Penuh Simbol Suku Dayak Tunjung di Kalimantan Timur

Rabu, 3 September 2025 | 04:46 WIB
Prosesi upacara Tohoq (Suara)

KLIK SAJA – Tradisi upacara melepas kepergian jenazah di Nusantara ternyata memiliki banyak keragaman.

Salah satunya tradisi upacara Tohoq yang dilakukan suku Dayak Tunjung di Kalimantan Timur, dimana setiap prosesinya memiliki simbol yang mendalam.

Suku Dayak Tunjung, salah satu sub-suku Dayak di Kalimantan Timur, memiliki tradisi unik dan sarat makna dalam memperingati kepergian anggota keluarganya.

Mereka mengenal tiga jenis upacara adat kematian: Toho, Kenyau, dan Kwangkai.

Upacara adat ini bukan sekedar pemakaman biasa, tetapi memiliki sarat makna.

Tidak semua upacara wajib dilaksanakan, karena biasanya disesuaikan dengan kemampuan serta kondisi keluarga yang ditinggalkan.

Upacara Toho: Ratapan, Gong, dan Lungun

Salah satu yang paling menonjol adalah Upacara Toho atau Tohoq.

Dalam ritual ini, masyarakat Dayak Tunjung melakukan serangkaian prosesi yang dianggap sakral—mulai dari bunyi gong, tangisan bersama, hingga pembuatan peti mati tradisional.

Ketika ada kabar kematian, warga akan melakukan neruak, yaitu memukul tambur sebagai tanda duka.

Isyarat ini kemudian disusul dengan suara gong yang dipukul bersahut-sahutan, memberi tahu seluruh kampung bahwa salah satu kerabat telah tiada.

Ratapan Tangis Keluarga

Setelah gong berbunyi, suara ratapan keluarga mulai terdengar. Tangisan ini, yang disebut ngruik, biasanya berisi ungkapan kesedihan dan pesan terakhir untuk almarhum.

Begitu banyak pelayat berdatangan, sebagian akan mengambil air dari sungai, lalu dentuman gong pun berhenti.

Halaman:

Tags

Terkini