edukasi

Mengenal Colliq Pujie , Pujangga Wanita Bugis Penyalin Epos Terpanjang  di Dunia

Jumat, 29 Agustus 2025 | 02:44 WIB
Sosok Colliq Pujie (Dewantara)

KLIK SAJA – Bukan Mahabharata dari India atau Illiad dari Yunani, karya sastra Epos terpanjang di dunia ternyata berasal Nusantara, namanya La Galigo

Karya sastra legendaris dari tanah Bugis, I La Galigo, telah mendunia dan diakui sebagai naskah terpanjang yang pernah ditulis umat manusia.

Namun, di balik ketenaran epos ini, tak banyak yang mengenal sosok perempuan tangguh yang berjasa besar menyalin dan merawatnya: Colliq Pujie.

Beliau bukan hanya pujangga, tetapi juga pejuang yang mendedikasikan hidupnya untuk sastra dan perlawanan rakyat Bugis terhadap penjajahan.

Kisah hidupnya adalah teladan keberanian dan kegigihan yang layak menjadi inspirasi generasi muda.

Jejak Perempuan Tangguh dari Tanete

Nama lengkapnya adalah Retna Kencana Colliq Pujie Arung Pancana Toa Matinroe ri Tucae. “Retna Kencana” adalah nama Melayu pemberian orang tuanya, sementara “Colliq Pujie” berarti pucuk daun yang terpuji.

Gelar “Arung Pancana Toa” ia sandang saat memimpin daerah Pancana di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

Adapun sebutan terakhir, “Matinroe ri Tucae” — yang tertidur di Tucae — merujuk pada tempat peristirahatan terakhirnya.

Colliq Pujie lahir dari keluarga terpandang. Ayahnya, La Rumpang Megga Matinroe ri Mutiara, adalah Raja Tanete ke-19.

Ibunya, Colliq Pakue, putri kepala syahbandar Makassar yang dikenal cerdas dan fasih berbahasa.

Di tengah budaya patriarki yang membatasi perempuan, Colliq Pujie tampil berbeda.

Ia menolak tunduk pada tradisi yang membelenggu dan justru menunjukkan bahwa perempuan bisa memimpin, berpikir kritis, dan berjuang untuk rakyatnya.

Sastra sebagai Senjata Perlawanan

Halaman:

Tags

Terkini