Yeltsin dikenang sebagai tokoh yang berani mengambil keputusan besar untuk mempercepat reformasi politik dan ekonomi di Rusia.
Walau memiliki keterbatasan fisik, ia dikenal pemimpin yang humoris dan eksentrik.
Raja Bhumibol Adulyadej atau Rama IX dari Thailand
Sejak kecelakaan lalu lintas, beliau mengalami kebutaan pada salah satu mata.
Namun, keterbatasan itu tidak mengurangi wibawanya. Selama puluhan tahun memerintah, Rama IX dikenal sebagai raja yang penuh kebajikan, dekat dengan rakyat, dan dianggap sebagai pemimpin terbesar dalam sejarah modern Thailand.
Keberadaannya menjadi simbol stabilitas dan persatuan bagi bangsa Thailand.
Bahkan hingga kini masyarakat Thailand masih terus memajang fotonya di rumah-rumah.
Abdurrahman Wahid atau Gus Dur
Presiden ke-4 Republik Indonesia. Gus Dur mengalami kebutaan sebagian sejak lama dan tetap menjalankan kepemimpinan dengan segala keterbatasan itu.
Ketika beraktivitas, ia dibantu beberapa asisten untuk mengarahkan arah jalan serta pembicaraan penting.
Ia dikenal sebagai sosok yang menekankan pentingnya pluralitas, toleransi, dan demokrasi.
Gus Dur dikenang bukan hanya sebagai pemimpin politik, tetapi juga sebagai tokoh bangsa yang penuh humor, sederhana, dan membumi.
Keempat tokoh ini membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah akhir dari segalanya.