edukasi

Mengenal Sesar Opak, Patahan Pemicu Gempa Besar Megathrust di Yogyakarta

Senin, 25 Agustus 2025 | 10:32 WIB
Patahan Sesar Opak (Jogja Geopark)

KLIK SAJA – Masyarakat Yogyakarta takkan bisa melupakan kejadian besar pada medio Mei 2006, dimana saat itu terjadi gempa besar magnitude 6,3 mengguncang Bantul dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada umumnya.

Gempa ini bisa dikatakan mimpi buruk bagi warga Yogyakarta, karena skala kerusakannya sangat tinggi.

Gempa tersebut ternyata sangat terkait dengan posisi Yogyakarta yang terletak pada Sesar Opak.

Dinamakan Sesar Opak karena bersisian dengan Kali Opak, Sungai terlebar di Yogyakarta.

Sesar Opak, atau dikenal juga sebagai Patahan Opak, merupakan sesar geser aktif yang membentang di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga Jawa Tengah.

Jalurnya melewati Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman, hingga Kabupaten Klaten, dengan panjang sekitar 45 kilometer.

Patahan ini menjadi sorotan setelah terbukti memicu Gempa Bumi Yogyakarta 27 Mei 2006 dengan magnitudo 6,3 yang menewaskan lebih dari 5.700 jiwa dan menimbulkan kerusakan parah di berbagai wilayah.

Karakteristik Sesar Opak

Sesar Opak memiliki laju pergeseran sekitar 3 milimeter per tahun. Pergeseran ini berpotensi menimbulkan gempa tektonik bahkan megathrust di masa mendatang dengan magnitudo maksimum yang diperkirakan bisa mencapai 6,5 Mw.

Peta Patahan Sesar Opak (research gate)

Berdasarkan penelitian, periode ulang gempa besar di jalur ini berbeda antara satu segmen dengan segmen lainnya, yakni sekitar 60 tahun pada segmen utara dan 130 tahun pada segmen selatan.

Sesar ini memanjang dari lereng Gunung Merapi, melintasi Sungai Opak, hingga bermuara di Pantai Parangtritis yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia.

Kawasan muara ini merupakan bagian dari dataran rendah Yogyakarta yang padat penduduk, sehingga keberadaan sesar ini menjadi faktor risiko bencana yang signifikan.

Riwayat Gempa

Halaman:

Tags

Terkini