Avestan Kuno jauh lebih arkais dibanding Avestan Muda, terutama dalam hal morfologi, dan keduanya diperkirakan dipisahkan oleh jarak waktu beberapa abad.
Selain itu, Avestan Kuno juga berbeda secara dialektal—artinya ia bukanlah nenek langsung Avestan Muda, melainkan dialek yang sangat berkerabat.
Kendati demikian, keduanya biasanya tetap dianggap sebagai varian dari satu bahasa yang sama, bukan dua bahasa berbeda.
Avestan merupakan salah satu bahasa Iran Kuno, dan bersama Persia Kuno, menjadi satu dari dua bahasa pada masa itu yang memiliki teks panjang yang masih terpelihara.
Bahasa Iran Kuno lainnya, seperti Media dan Skithia awal, hanya dikenal melalui kata-kata terisolasi dan nama pribadi.
Avestan Muda memiliki beberapa kesamaan morfologi dan sintaksis dengan Persia Kuno, yang menunjukkan bahwa keduanya mungkin dituturkan pada periode yang berdekatan.
Sebaliknya, Avestan Kuno jauh lebih arkais daripada keduanya, dan secara morfologis lebih dekat dengan Sanskerta Weda.
Hal ini menandakan bahwa perpisahan antara keduanya dari nenek moyang bersama Indo-Iran belum berlangsung terlalu lama.
Secara tradisional, bahasa-bahasa Iran diklasifikasikan sebagai Iran Timur dan Iran Barat berdasarkan ciri-ciri gramatikal tertentu.
Dalam kerangka ini, Avestan kadang dimasukkan sebagai bagian dari Iran Timur Kuno.
Namun, sejumlah ahli berpendapat bahwa pembedaan timur–barat kurang relevan untuk Avestan, sebab perkembangan bahasa yang kemudian membedakan keduanya belum terjadi pada periode Avestan.
Karena beberapa kesamaan dengan bahasa Media, para ahli justru mengelompokkan Avestan sebagai bahasa Iran Tengah.***