Di Belanda, istilah Indische Nederlander mencakup semua warga negara Belanda yang pernah tinggal di Hindia Belanda, baik murni Belanda maupun berdarah campuran.
Untuk membedakan keduanya, Eurasia disebut Indo, sedangkan orang Belanda murni disebut Totok.
Di Hindia Belanda (sekarang Indonesia), keluarga-keluarga Indo membentuk “komunitas yang homogen secara ras, budaya, dan sosial” di antara para Totok (pendatang Eropa baru) dan penduduk pribumi.
Mereka umumnya beragama Kristen dan menggunakan bahasa Belanda, Portugis, Inggris, dan Indonesia.
Keberadaan mereka kerap dibandingkan dengan kaum Afrikaner di Afrika Selatan—yang sama-sama memiliki akar budaya dan keturunan Belanda—meski tidak berdarah campuran.***