edukasi

Mengenal Poliginandri, Sistem Perkawinan Hewan Libatkan Banyak Pasangan Kawin Jantan dan Betina

Rabu, 13 Agustus 2025 | 14:30 WIB
Salamander melakukan perkawinan Poliginandri (i stock)

KLIK SAJA – Dalam dunia hewan, ternyata ada pula perilaku reproduksi yang melibatkan banyak jantan dan betina.

Alih-alih sistem perkawinan poligini yang banyak kelompok hewan gunakan, yaitu satu jantan dominan, namun ternyata ada ‘nyleneh’, yaitu Poliginandri.

Poliginandri merupakan sistem perkawinan di mana baik jantan maupun betina memiliki banyak pasangan kawin selama satu musim berkembang biak.

Pada hewan diploid yang bereproduksi secara seksual, strategi kawin yang digunakan jantan dan betina berbeda, karena biaya produksi gamet lebih rendah pada jantan dibandingkan betina.

Perbedaan taktik kawin yang digunakan oleh jantan dan betina dianggap sebagai hasil dari konflik reproduksi acak, baik secara ekologis maupun sosial.

Konflik reproduksi dalam masyarakat hewan dapat muncul karena individu tidak memiliki kesamaan genetik dan memiliki strategi optimal yang berbeda untuk memaksimalkan keberhasilan reproduksinya.

Konflik ini sering kali timbul akibat hierarki dominasi, di mana sebagian besar atau seluruh proses reproduksi dimonopoli oleh satu individu saja.

Hal ini menyebabkan semua jantan memiliki peluang yang sama untuk melakukan perkawinan, begitu pula dengan yang betina.

Pada tawon Polistes carolina, ratu dominan di antara tawon betina ditentukan oleh siapa yang pertama tiba di sarang, bukan oleh pendiri sarang terbesar yang biasanya dianggap paling ahli dalam bertarung.

Beberapa jenis Salamander bahkan melakukan perkawinan dengan banyak jantan dan betina dalam sekali waktu.

Dalam studi terhadap burung Prunella collaris, kedekatan wilayah dan tumpang tindih area jelajah di puncak gunung Pegunungan Pyrenees, Prancis, mengarah pada sistem kawin poliginandri, di mana dua hingga empat jantan kawin dengan dua hingga empat betina dalam wilayah yang sama.

Poliginandri merupakan istilah lain untuk sistem kawin poligami dengan banyak jantan dan banyak betina.

Jika betina memiliki banyak pasangan kawin, hal itu disebut poliandri; sedangkan jika jantan memiliki banyak pasangan kawin, disebut poligini.

Kedua jenis kelamin memiliki potensi keuntungan dari perilaku kawin bebas (promiskuitas); betina, terutama yang memiliki pasangan sosial dengan kualitas genetik “kurang unggul”, memiliki peluang untuk meningkatkan kualitas genetik keturunannya, sementara jantan dapat membuahi telur dari banyak pasangan lain.

Halaman:

Tags

Terkini