edukasi

Kalimat yang Menggunakan Kata Serapan yang Tidak Baku Terdapat pada Nomor

Kamis, 12 Juni 2025 | 18:22 WIB
Kalimat yang Menggunakan Kata Serapan yang Tidak Baku Terdapat pada Nomor (Dibuat oleh Vicky Hayden Alzaini dengan menggunakan Meta AI)

Untuk menjawab pertanyaan ini dengan akurat, mari kita analisis kalimat-kalimat dalam paragraf yang diberikan, khususnya fokus pada penggunaan kata serapan yang tepat dan baku.

Analisis Kalimat dan Kata Serapan

Sebelum menjawab, kita harus memahami apa itu kata serapan. Kata serapan adalah kata yang diambil atau dipinjam dari bahasa lain dan disesuaikan dengan ejaan serta pengucapan bahasa Indonesia. Beberapa kata serapan yang sering dipakai di dalam bahasa Indonesia misalnya "komputer", "teknologi", atau "fotosintesis".

Pemeriksaan Setiap Kalimat

Kalimat (1):
"Raflesia Arnoldi merupakan tumbuhan yang terkenal walaupun tumbuhan spesies ini keberadaannya sangat langka."

Pada kalimat ini, kata "terkenal" dan "spesies" adalah kata serapan yang digunakan dengan benar dalam konteks bahasa Indonesia. Kata "spesies" adalah kata serapan yang tepat dan sudah diterima dalam bahasa Indonesia.

Kalimat (2):
"Ia memiliki bunga yang berukuran sangat besar, bahkan merupakan bunga terbesar di dunia."

Kalimat ini tidak menggunakan kata serapan yang perlu diperhatikan. Semua kata dalam kalimat ini sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baku.

Kalimat (3):
"Habitat tumbuhan ini di jaringan tumbuhan merambat."

Kalimat ini juga tidak menggunakan kata serapan yang bermasalah. Namun, ada sedikit kekeliruan pada penggunaan kata "di" yang diikuti dengan "jaringan tumbuhan merambat". Biasanya, kita lebih sering menggunakan istilah "habitat" yang lebih tepat dengan kata "di" untuk menggambarkan tempat hidup atau lokasi. Walau demikian, penggunaan kata "habitat" masih bisa diterima dalam konteks ini karena sudah baku.

Kalimat (4):
"Raflesia Arnoldi tidak memiliki daun sehingga tidak mampu berfotosintesa."

Pada kalimat ini, ada penggunaan kata serapan "fotosintesa" yang sebenarnya kurang baku. Kata yang tepat adalah "fotosintesis", yang merujuk pada proses pembentukan zat organik di tumbuhan dengan bantuan cahaya. Kata "fotosintesa" adalah bentuk yang tidak baku dan seharusnya menggunakan bentuk yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, yaitu "fotosintesis".

Kalimat (5):
"Tumbuhan ini endemic di Pulau Sumatra, terutama bagian selatan (Bengkulu, Jambi, dan Sumatra Selatan)."

Kata "endemic" pada kalimat ini juga salah penggunaan karena "endemic" adalah bentuk kata yang diserap dari bahasa Inggris dan tidak baku dalam bahasa Indonesia. Kata yang seharusnya digunakan adalah "endemik", yang merujuk pada sesuatu yang hanya ditemukan di wilayah tertentu.

Analisis Kesalahan

Kesalahan utama yang ditemukan adalah pada kalimat (4) dengan penggunaan kata "fotosintesa" yang seharusnya "fotosintesis" dan kalimat (5) dengan penggunaan kata "endemic" yang seharusnya "endemik". Kedua kata tersebut merupakan kata serapan yang tidak baku dalam konteks bahasa Indonesia yang benar.

Kesimpulan

Berdasarkan analisis di atas, kalimat (4) dan (5) mengandung kata serapan yang salah atau tidak baku. Oleh karena itu, pilihan yang benar adalah:

b) (4) dan (5)

Halaman:

Tags

Terkini