Majas yang digunakan dalam puisi tersebut adalah....
a) anafora
b) repetisi
c) personifikasi
d) alegori
e) epifora
Jawaban
Majas yang digunakan dalam puisi tersebut adalah....
a) anafora
b) repetisi
c) personifikasi
d) alegori
e) epifora
Jawaban
Mari kita cermati kutipan puisi berikut:
"Akulah embun, jeritnya
memekik di atas daun
Pada pagi buta, dia menuntun
Ke ujung lamun
Bukankah, kau, cahaya?
Yang disembunyikan mata"
Kutipan puisi ini menggunakan beberapa elemen bahasa yang dapat kita analisis dari sudut pandang majas atau gaya bahasa. Dalam hal ini, kita perlu memahami majas yang digunakan oleh penyair untuk menyampaikan makna secara lebih mendalam.
Pada kutipan ini, kita bisa melihat bahwa elemen-elemen alam, seperti "embun" dan "cahaya", diberi sifat-sifat yang biasanya dimiliki oleh makhluk hidup. Embun, misalnya, disebutkan sebagai "jeritnya" yang "memekik" di atas daun. Ini adalah gambaran bahwa embun yang seharusnya benda mati, diberi kemampuan untuk "berteriak" atau "memekik" seperti halnya manusia atau makhluk hidup lainnya. Selain itu, "cahaya" juga disebutkan dengan kata-kata yang bisa memberi makna kehidupan, "disembunyikan mata". Di sini, penyair memberikan sifat atau kemampuan manusia kepada elemen-elemen alam tersebut, yang jelas merupakan contoh personifikasi.
Personifikasi adalah majas yang memberikan sifat manusia kepada benda mati atau unsur alam yang sebenarnya tidak bisa bertindak atau merasakan seperti manusia. Dalam hal ini, penyair menggunakan personifikasi untuk menggambarkan alam secara lebih hidup dan penuh makna.
Anafora adalah majas yang ditandai dengan pengulangan kata atau frasa di awal beberapa kalimat atau klausa berturut-turut. Namun, dalam puisi ini, kita tidak menemukan pengulangan kata di awal kalimat yang cukup signifikan. Oleh karena itu, anafora tidak ditemukan dalam puisi ini.
Repetisi adalah pengulangan kata atau frasa dalam sebuah karya sastra, namun seperti yang telah disebutkan, meskipun ada beberapa pengulangan dalam bentuk kata yang serupa ("embun", "cahaya"), itu tidak dilakukan dalam pola pengulangan yang khas, sehingga repetisi bukanlah majas utama dalam puisi ini.
Alegori adalah majas yang menggunakan gambaran konkret untuk menyampaikan makna yang lebih mendalam dan seringkali berhubungan dengan pengajaran moral atau filosofi. Meskipun puisi ini memiliki makna simbolis yang mendalam, ia tidak menggunakan gambaran atau cerita yang lebih kompleks untuk menyampaikan suatu pesan moral atau ajaran tertentu, yang mana biasanya ditemukan dalam alegori. Oleh karena itu, alegori bukanlah majas yang digunakan di sini.