Kalimat resensi yang menyatakan keunggulan dalam kutipan cerpen tersebut adalah …
a) Kehidupan kota besar menjadi unsur menarik yang dapat membuat pembaca larut dalam isi cerpen
b) Pemakaian Bahasa yang tidak biasa dipakai sehari-hari terlalu berat bagi pembaca untuk mencerna isi cerita
c) Unsur sindiran dalam kutipan cerpen menjadi daya tarik tersendiri bagi pembaca cerpen tersebut
d) Penggambarkan pemakain tokoh dalam kutipan cerpen tersebut semakin membuat pembaca larut dalam cerita
e) Mengedepankan kehidupan nyata mengenai kekerasan hidup yang dialami tokoh sehingga ia melakukan kejahatan
Jawaban
Untuk menjawab pertanyaan ini dengan tepat, kita perlu menganalisis kutipan novel yang diberikan, mengidentifikasi elemen-elemen yang penting dalam cerpen tersebut, dan kemudian mencocokkan dengan pilihan jawaban yang ada. Berikut adalah kutipan yang diberikan:
"Lalu beberapa bulan kemudian, aku merasa hidupku sama saja, masih menjadi orang yang hina dengan hati nurani yang tak terdengar.
Aku mengais boyol-botol di bak sampah universitas kota, aku melihat para mahasiswa dengan pakaian rapi dan tawa yang berkepanjangan masuk kedalam universitas.
Aku baru sadar, universitas ini menghususkan jurusan politik, aku mulai berpikir bahwa bangunan besar dengan sepuluh lantai inilah yang mencetak para tikus-tikus negeri, aku melihat bak sampah, selebaran tentangnya... "Mau jadi politis? Segera daftar disini, terbukti lulusan kami banyak diterima di instansi Pemerintah!"
Menggelikan dan memuakkan, aku tusuk-tusuk dan kulempar itu dengan tongkat pencetok yang kupakai untuk mencetak botol, kertas itu terbang dan secara tidak sengaja masuk ke gerobak sahabatku."
Aku tercengang saat melihat kertas-kertas itu dan ternyata itu adalah brosur yang berbeda-beda isinya. Namun, semuanya lagi-lagi membuatku muak, foto-foto dan calon jabatan. Mereka berwajah manis mengumbar senyum yang menurutku dibuat-buat, mengumandangkan visi dan misi bohong dengan siasat-siasat yang sepertinya akan mereka lakukan seandainya mereka terpilih, lalu bersemboyan lagi tanpa rasa merasa ada kekurangan dalam diri mereka."
"Mari jadikan kota ini bersih, dari sampah dan korupsi", padahal mereka belum tentu membersihkan jiwa mereka.
"Dengan ini mari kita jadikan kota yang modern dan bermartabat", tentu mereka akan hidup dengan modern dengan uang mereka nantinya. Namun mungkin tanpa martabat."