Baik, mari kita telaah secara seksama kalimat tersebut agar dapat menentukan inti kalimat yang paling tepat, akurat, dan benar secara 100%.
Kalimat yang diberikan berbunyi:
“Krisis air bersih di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, semakin meluas hingga sepuluh kecamatan menyusul belum turunnya hujan di bumi reog hingga awal November.”
Pertama, kita perhatikan subjek dan predikat utama kalimat tersebut.
Subjek utama adalah “Krisis air bersih di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur”.
Predikat utama adalah “semakin meluas hingga sepuluh kecamatan”.
Keterangan penyebab yang menyusul adalah “belum turunnya hujan di bumi reog hingga awal November.”
Dengan demikian, kalimat ini menyampaikan fakta utama bahwa krisis air bersih yang terjadi di Kabupaten Ponorogo semakin meluas cakupannya hingga mencakup sepuluh kecamatan.
Penyebab krisis tersebut adalah belum turunnya hujan hingga awal November.
Namun inti kalimat tidak hanya tentang penyebab atau waktu, melainkan lebih pada fakta utama tentang perluasan krisis air bersih itu sendiri.
Sekarang kita tinjau opsi jawaban yang tersedia:
a) “Krisis air bersih karena hujan belum turun.”
Pernyataan ini benar sebagai penyebab, namun tidak mencakup keseluruhan inti kalimat karena kalimat asli juga menekankan bahwa krisis tersebut semakin meluas.
b) “Krisis air bersih di Kabupaten Ponorogo semakin meluas.”
Pernyataan ini menangkap inti kalimat secara tepat, yaitu fakta utama bahwa krisis air bersih sedang mengalami perluasan cakupan di wilayah tersebut.
c) “Krisis air bersih semakin meluas hingga sepuluh kecamatan.”
Ini juga tepat dan lebih spesifik dibandingkan opsi b, karena menyebutkan perluasan cakupan sampai sepuluh kecamatan.
d) “Krisis air bersih di Kabupaten Ponorogo karena belum turun hujan.”
Ini hanya menyoroti penyebab, tidak seluruh inti kalimat.
e) “Krisis air bersih di Kabupaten Ponorogo teratasi awal November.”
Pernyataan ini bertentangan dengan isi kalimat, karena justru hujan belum turun hingga awal November, menyebabkan krisis belum teratasi.