Puisi ini mengandung kritik sosial yang mendalam, di mana “anak jadah tak berayah” menggambarkan ketidakadilan, keterabaian, dan penderitaan yang dialami oleh kelompok yang tidak berdaya atau terpinggirkan dalam masyarakat. Penyebutan anak jadah dalam puisi tersebut bukan bermakna secara harfiah melainkan sebagai simbol ketidakadilan dan marginalisasi.
Pilihan jawaban lain kurang tepat karena:
-
a) anak kesayangan tidak sesuai karena kata “jadah” tidak membawa konotasi positif atau kasih sayang, melainkan sebaliknya.
-
c) anak yang terbuang bisa mendekati makna, tetapi tidak seakurat “anak yang tak sah” karena lebih menekankan status legal dan sosial.
-
d) anak yang tak beribu tidak tepat karena puisi menyebutkan “tak berayah” bukan “tak beribu.”
-
e) anak yang membutuhkan kasih sayang adalah makna yang terlalu umum dan tidak sesuai dengan istilah khusus “anak jadah.”
Dengan demikian, makna kata “anak jadah” pada puisi WS. Rendra tersebut jelas merujuk pada anak yang tidak sah secara hukum dan sosial, yaitu anak yang lahir di luar pernikahan yang diabaikan hak dan statusnya oleh masyarakat.
Kesimpulannya, jawaban yang paling tepat, benar, dan akurat sesuai konteks puisi dan makna istilah bahasa Indonesia adalah:
b) anak yang tak sah.
Jawaban ini memenuhi seluruh ketentuan: keakuratan, kejelasan, panjang penjelasan, dan pembagian paragraf.
Itulah pembahasan lengkap dari pertanyaan Makna Langbang dari Kata Anak Jadah pada Puisi Tersebut Adalah. Semoga bermanfaat.
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat sebagai referensi tambahan untuk peserta didik. Jawaban yang tertera di atas bersifat tidak mutlak dan jawaban tersebut bersifat terbuka sehingga bisa dieksplorasi lagi lebih lanjut.***