edukasi

Kata yang Bergaris Bawah Menunjukkan Kaidah Kebahasaan Penggunaan

Kamis, 12 Juni 2025 | 16:59 WIB
Kata yang Bergaris Bawah Menunjukkan Kaidah Kebahasaan Penggunaan (Dibuat oleh Vicky Hayden Alzaini dengan menggunakan Meta AI)

Kalimat yang diberikan:

"Barangkali logika Sang Bupati dikaitkan dengan kebiasaan bayi atau anak kecil yang memang begitu adanya."

Pada kalimat tersebut, kata "dikaitkan" adalah kata kerja yang memiliki imbuhan "di-", yang menunjukkan bentuk pasif dari kata kerja "mengaitkan". Secara linguistik, kata kerja pasif adalah kata kerja yang menunjukkan bahwa subjek dalam kalimat tidak melakukan tindakan, melainkan menerima tindakan.

Analisis Bentuk Kalimat

  • Kata "dikaitkan" berasal dari kata dasar "kait" yang diberi imbuhan "di-" dan "-kan".

  • Dalam bahasa Indonesia, imbuhan "di-" pada kata kerja menunjukkan bahwa tindakan yang dimaksudkan dilakukan pada subjek, bukan oleh subjek itu sendiri.

  • Sebagai contoh, dalam kalimat "logika Sang Bupati dikaitkan dengan kebiasaan bayi," "logika" adalah subjek yang "dikaitkan" dengan kebiasaan bayi, artinya subjek (logika) mengalami suatu tindakan yang dilakukan oleh pihak lain (penyebab tindakan ini tidak disebutkan secara eksplisit).

Apa itu Kalimat Pasif?

Kalimat pasif adalah jenis kalimat di mana subjeknya dikenai atau menerima tindakan. Dalam kalimat ini, subjek "logika Sang Bupati" tidak melakukan tindakan mengaitkan, melainkan menerima tindakan tersebut. Dengan demikian, kalimat ini merupakan kalimat pasif.

Mengapa Jawaban yang Tepat adalah Kalimat Pasif?

Karena kata "dikaitkan" merupakan bentuk pasif dari kata "mengaitkan", maka struktur kalimat ini mengikuti pola kalimat pasif. Dalam kalimat pasif, subjek tidak melakukan tindakan, melainkan dikenai atau menerima tindakan. Ini menjelaskan mengapa jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini adalah kalimat pasif.

Analisis Pilihan Jawaban Lain:

  • Konjungsi kronologis: Ini adalah kata penghubung yang menunjukkan urutan waktu, seperti "kemudian," "setelah itu," dan sebagainya. Pada kalimat ini tidak ada kata yang berfungsi sebagai konjungsi kronologis.

  • Konjungsi kausalitas: Konjungsi kausalitas menunjukkan hubungan sebab-akibat, seperti "karena," "oleh karena itu," dll. Tidak ada hubungan sebab-akibat yang digambarkan dengan kata "dikaitkan."

  • Kalimat aktif: Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan tindakan. Dalam kalimat ini, subjek "logika" tidak melakukan tindakan, melainkan dikenai tindakan, sehingga ini bukan kalimat aktif.

  • Kata ganti: Kata ganti adalah kata yang menggantikan nama benda, orang, atau hal. Di sini, kata "dikaitkan" bukanlah kata ganti, melainkan kata kerja.

Jawaban yang Tepat:

a) kalimat pasif

Penjelasan Akhir

Jadi, setelah menganalisis kalimat dan kata yang bergaris bawah, kita dapat menyimpulkan bahwa kata "dikaitkan" menunjukkan kaidah kebahasaan penggunaan kalimat pasif. Kalimat ini mengikuti struktur pasif karena subjeknya (logika Sang Bupati) dikenai atau menerima suatu tindakan, yaitu tindakan mengaitkan dengan kebiasaan bayi atau anak kecil.

Jawaban yang benar adalah a) kalimat pasif.

Itulah pembahasan lengkap dari pertanyaan Kata yang Bergaris Bawah Menunjukkan Kaidah Kebahasaan Penggunaan. Semoga bermanfaat.

Halaman:

Tags

Terkini