Namun, kelapa bukanlah kacang sejati. Kacang sejati, seperti biji pohon ek (acorn), bersifat indehiscent, yaitu tidak terbuka saat matang untuk melepaskan bijinya.
Biji dari kacang sejati dilepaskan saat dinding buah membusuk atau dicerna oleh hewan.
Aspek menarik lain dari kelapa yang telah membingungkan para ilmuwan selama lebih dari 200 tahun adalah asal usulnya.
Apakah kelapa berasal dari Dunia Lama (Old World) atau Dunia Baru (New World)? Para ilmuwan telah menggunakan berbagai pendekatan untuk mencari tahu asal-usul kelapa, termasuk seni, botani, entomologi (ilmu tentang serangga), etimologi (asal-usul kata), cerita rakyat, fosil, genetika, dan catatan perjalanan.
Odoardo Beccari, seorang ahli palem terkenal dari awal abad ke-20, mengemukakan bahwa kelapa berasal dari Dunia Lama, kemungkinan besar dari Kepulauan Nusantara atau Polinesia.
Untuk memperkuat pendapatnya, ia menunjukkan bahwa terdapat lebih banyak varietas pohon kelapa di belahan bumi timur dibandingkan di benua Amerika.
Namun, beberapa ilmuwan lain seperti O.F. Cook, H.B. Guppy, dan K.F.P. von Martius berpendapat bahwa kelapa berasal dari Dunia Baru dan menyebar ke arah barat melintasi Samudra Pasifik.***