Selain itu, konjungsi "sehingga" tidak seharusnya berdiri sendiri di awal kalimat tanpa induk kalimat yang mendahuluinya secara jelas. Dalam penulisan yang baik dan benar, jika ingin menggunakan "sehingga", kalimat harus disusun, misalnya: "Tetes hujan yang besar menutup pori-pori tanah, sehingga infiltrasi air menjadi sangat kecil." Di sini, klausa utama sudah ada, dan "sehingga" digunakan untuk menunjukkan akibat.
Berbeda halnya dengan konjungsi lain dalam pilihan, seperti "sementara itu", "maka", "yang", dan "akan". Semua konjungsi tersebut telah digunakan secara tepat dalam struktur kalimat. Misalnya, "sementara itu" digunakan untuk menunjukkan pertentangan atau perbandingan waktu, dan dalam konteks paragraf ini, masih dapat diterima. "Maka" digunakan untuk menyatakan kesimpulan atau akibat, dan juga tepat. "Yang" adalah kata hubung penjelas, dan "akan" adalah kata bantu untuk menunjukkan masa depan. Semuanya tidak menimbulkan kesalahan struktural sebagaimana yang dilakukan oleh penggunaan "sehingga".
Dengan demikian, kesalahan konjungsi yang paling jelas dan tidak sesuai kaidah tata bahasa Indonesia terdapat pada opsi:
e) Sehingga
Jawaban ini benar, tepat, akurat, dan sah dengan kebenaran 100%.
Itulah pembahasan lengkap dari pertanyaan Penggunaan Konjungsi Yang Tidak Tepat Pada Paragraf Tersebut Adalah. Semoga bermanfaat.
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat sebagai referensi tambahan untuk peserta didik. Jawaban yang tertera di atas bersifat tidak mutlak dan jawaban tersebut bersifat terbuka sehingga bisa dieksplorasi lagi lebih lanjut.***