edukasi

Bentuk-bentuk Puisi Pada Angkatan Balai Pustaka Adalah

Rabu, 11 Juni 2025 | 16:15 WIB
Bentuk-bentuk Puisi Pada Angkatan Balai Pustaka Adalah (Dibuat oleh Vicky Hayden Alzaini dengan menggunakan Meta AI)

KLIK SAJA – Halo para pembaca Klik Saja, artikel berikut ini akan memberikan informasi mengenai kunci jawaban dari pertanyaan ‎Bentuk-bentuk Puisi Pada Angkatan Balai Pustaka Adalah.

Artikel ini akan membahas kunci jawaban dari mata pelajaran Bahasa Indonesia tingkat SMA/SMK yang tentunya kunci jawaban ini bisa dijadikan referensi dalam pembelajaran.

Maka dari itu, perlu untuk menyimak pembahasan ini hingga akhir agar dapat mengetahui jawaban yang tepat dari pertanyaan Bentuk-bentuk Puisi Pada Angkatan Balai Pustaka Adalah.

Namun, perlu dicatat bahwa kunci jawaban tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk memperoleh nilai, tetapi juga sebagai bahan pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman terhadap materi yang diajarkan.

Baca Juga: Karya Yang Dilarang Terbut Pada Angkatan 70-an Diterbitkan Di Tahun 2000-an, Pada Saat Itu Banyak Muncul Karya Dari Pengarang

Soal Lengkap

Bentuk-bentuk puisi pada angkatan Balai Pustaka adalah....

a) Syair dan Gurindam
b) Mantra dan Pantun
c) Syair dan Pantun
d) Pantun dan Gurindam
e) Gurindam dan Mantra

Jawaban

Jawaban yang benar, tepat, akurat, dan sah dengan kebenarannya 100% untuk pertanyaan “Bentuk-bentuk puisi pada angkatan Balai Pustaka adalah....” adalah:

c) Syair dan Pantun

Angkatan Balai Pustaka merupakan periode awal dalam sejarah kesusastraan modern Indonesia yang berlangsung sekitar tahun 1920-an hingga awal 1930-an. Lembaga Balai Pustaka sendiri didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1917, dan berperan sebagai penerbit resmi yang mengatur serta mengawasi penerbitan buku-buku berbahasa Melayu dan daerah lainnya.

Pada masa ini, bentuk-bentuk puisi yang berkembang dan diakomodasi oleh Balai Pustaka masih sangat kental dengan gaya puisi lama, yaitu puisi yang berpola tetap dan bersumber dari tradisi lisan masyarakat Melayu. Dua bentuk puisi yang paling dominan pada masa ini adalah syair dan pantun.

Syair adalah bentuk puisi lama yang terdiri dari empat baris dalam setiap bait, bersajak a-a-a-a, dan seluruh baris dalam syair berfungsi sebagai isi. Syair banyak digunakan untuk menceritakan kisah-kisah panjang, baik yang bersifat epik, legenda, maupun nasihat. Pada masa Balai Pustaka, syair digunakan dalam karya-karya sastra berbentuk naratif yang bersifat moralistik dan mendidik, sejalan dengan visi pemerintah kolonial.

Pantun, di sisi lain, adalah bentuk puisi lama yang terdiri dari empat baris per bait, bersajak a-b-a-b, dengan dua baris pertama sebagai sampiran dan dua baris terakhir sebagai isi. Pantun digunakan sebagai sarana menyampaikan pesan moral, sindiran halus, atau perasaan cinta, dan sangat populer dalam budaya lisan masyarakat Indonesia.

Halaman:

Tags

Terkini