KLIK SAJA – Halo para pembaca Klik Saja, artikel berikut ini akan memberikan informasi mengenai kunci jawaban dari pertanyaan Angkatan Yang Memiliki Gaya Perangkaian Cerita Ekspresionisme-realistik Adalah.
Artikel ini akan membahas kunci jawaban dari mata pelajaran Bahasa Indonesia tingkat SMA/SMK yang tentunya kunci jawaban ini bisa dijadikan referensi dalam pembelajaran.
Maka dari itu, perlu untuk menyimak pembahasan ini hingga akhir agar dapat mengetahui jawaban yang tepat dari pertanyaan Angkatan Yang Memiliki Gaya Perangkaian Cerita Ekspresionisme-realistik Adalah.
Namun, perlu dicatat bahwa kunci jawaban tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk memperoleh nilai, tetapi juga sebagai bahan pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman terhadap materi yang diajarkan.
Baca Juga: Siapakah Tiga Serangkai Yang Mendirikan Majalah Poedjangga Baroe Adalah
Soal Lengkap
Angkatan yang memiliki gaya perangkaian cerita ekspresionisme-realistik adalah....
Jawaban
Jawaban yang benar, tepat, akurat, dan sah dengan kebenarannya 100% untuk pertanyaan “Angkatan yang memiliki gaya perangkaian cerita ekspresionisme-realistik adalah....” adalah:
e) Angkatan 70-an
Angkatan 70-an dalam sejarah sastra Indonesia menandai fase penting yang memperlihatkan perubahan gaya penulisan dan pendekatan estetika yang berbeda dibandingkan dengan angkatan-angkatan sebelumnya. Salah satu ciri khas yang menonjol dari angkatan ini adalah digunakannya gaya ekspresionisme-realistik dalam merangkai cerita.
Gaya ekspresionisme dalam sastra ditandai dengan cara penyampaian yang sangat subjektif, menggambarkan dunia batin tokoh atau pengarang dengan kuat, dan sering kali mengedepankan emosi, visi, dan persepsi yang intens. Sementara itu, realisme tetap menjadi landasan utama dengan menghadirkan kondisi sosial yang nyata, tetapi dibumbui dengan pendekatan puitik atau bahkan simbolik.
Angkatan 70-an melahirkan banyak penulis yang tidak hanya menyoroti realitas sosial-politik, tetapi juga menghadirkannya dalam bentuk-bentuk artistik yang penuh perenungan dan kritik tajam. Para sastrawan pada periode ini banyak menggunakan simbolisme, alur tidak linier, dan pendekatan eksperimental yang sering kali merefleksikan kekacauan batin dan krisis eksistensial manusia modern.
Beberapa sastrawan penting dari angkatan ini antara lain Putu Wijaya, Danarto, Iwan Simatupang, dan Seno Gumira Ajidarma (yang mulai muncul di penghujung era ini). Misalnya, dalam karya-karya Danarto seperti Godlob dan Adam Ma’rifat, kita melihat percampuran antara realitas konkret dengan dunia spiritual, simbolik, dan ekspresionistik. Putu Wijaya dalam drama-drama absurdnya juga menggunakan pendekatan serupa yang menggabungkan kritik sosial dengan absurditas yang mencerminkan ekspresi batin tokoh-tokohnya.