-
A. Ia belajar terlalu malam sehingga hasilnya tidak maksimal.
Kalimat ini menunjukkan hubungan sebab-akibat (sehingga), bukan hubungan sangkalan. "Terlalu malam" adalah sebab, dan "hasilnya tidak maksimal" adalah akibat dari tindakan tersebut. -
B. Kakaknya yang tertua itu, sedang mempersiapkan pernikahan.
Kalimat ini adalah kalimat tunggal yang menjelaskan tindakan atau kegiatan seseorang. Tidak ada pertentangan atau sangkalan antara klausa pertama dan klausa kedua. -
C. Kondisi di desa sangat tenang, seakan-akan semua masyarakatnya tidak mempunyai masalah.
Kalimat ini menunjukkan hubungan sangkalan. Kata "seakan-akan" dalam kalimat ini mengindikasikan bahwa klausa kedua (semua masyarakatnya tidak mempunyai masalah) adalah pernyataan yang menyangkal atau menanggapi klausa pertama (kondisi desa yang tenang). Klausa kedua memperlihatkan bahwa meskipun desa terlihat tenang, kenyataannya masyarakatnya bisa saja menghadapi masalah. -
D. Maria berhasil mempertahankan posisinya di peringkat pertama dengan belajar tekun.
Kalimat ini menunjukkan hubungan sebab-akibat, di mana "belajar tekun" adalah sebab dan "berhasil mempertahankan posisinya" adalah akibat dari usaha tersebut. Tidak ada hubungan sangkalan dalam kalimat ini.
Dengan demikian, kalimat yang menunjukkan hubungan sangkalan adalah kalimat C, karena menggunakan "seakan-akan" yang menunjukkan adanya penyangkalan terhadap keadaan yang terlihat.
Jadi, jawabannya adalah C. Kondisi di desa sangat tenang, seakan-akan semua masyarakatnya tidak mempunyai masalah.
Itulah pembahasan lengkap dari pertanyaan Kalimat Majemuk Berikut Yang Merupakan Kalimat Majemuk Hubungan Sangkalan Adalah. Semoga bermanfaat.
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat sebagai referensi tambahan untuk peserta didik. Jawaban yang tertera di atas bersifat tidak mutlak dan jawaban tersebut bersifat terbuka sehingga bisa dieksplorasi lagi lebih lanjut.***