KLIK SAJA – Halo para pembaca Klik Saja, artikel berikut ini akan memberikan informasi mengenai kunci jawaban dari pertanyaan Amanat Yang Bisa Kita Petik Dari Dialog Di Atas Adalah Sebagai Berikut, Kecuali.
Artikel ini akan membahas kunci jawaban dari mata pelajaran Bahasa Indonesia tingkat SMA/SMK yang tentunya kunci jawaban ini bisa dijadikan referensi dalam pembelajaran.
Maka dari itu, perlu untuk menyimak pembahasan ini hingga akhir agar dapat mengetahui jawaban yang tepat dari pertanyaan Amanat Yang Bisa Kita Petik Dari Dialog Di Atas Adalah Sebagai Berikut, Kecuali.
Namun, perlu dicatat bahwa kunci jawaban tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk memperoleh nilai, tetapi juga sebagai bahan pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman terhadap materi yang diajarkan.
Baca Juga: Berdasarkan Penggalan Drama Di Atas, Watak Harsono Adalah
Soal Lengkap
Harsono : (marah) Apa kau tidak bisa lihat, kah? Matamu di mana, ditaruh dalam saku?
Pekerja : Maaf Tuan, saya tidak melihat Tuan.
Harsono : (makin marah dan memegang baju pekerja itu) Apa kau buta?
Citra : (yang selama ini diam saja) Mas Hr, lepaskan orang itu. Dia baru saja aku marahi. Sudah cukup.
Harsono : (terkejut dengan suara Citra) Apa?
Amanat yang bisa kita petik dari dialog di atas adalah sebagai berikut, kecuali ....
a. pandai-pandailah bersopan santun
b. belajarlah mengendalikan emosi
c. hargailah orang lain
d. pedulilah dengan sesama
e. jangan terbiasa bersikap kasar
Jawaban
Jawaban yang benar, tepat, akurat, dan sah dengan kebenaran 100% atas pertanyaan tersebut adalah:
d. pedulilah dengan sesama
Untuk menjelaskan alasan pemilihan jawaban tersebut, mari kita bahas penggalan drama dan amanat yang dapat dipetik dari konteks situasi yang ditampilkan.
Dalam penggalan dialog antara Harsono, pekerja, dan Citra, digambarkan bahwa Harsono sangat marah ketika merasa tidak dihargai atau tidak dipedulikan oleh pekerja. Ia langsung bersikap kasar secara verbal dan bahkan fisik. Kalimat seperti “Matamu di mana, ditaruh dalam saku?” dan “Apa kau buta?” menunjukkan sikap meremehkan dan amarah yang meledak-ledak.