KLIK SAJA – Halo para pembaca Klik Saja, artikel berikut ini akan memberikan informasi mengenai kunci jawaban dari pertanyaan Mungkin Sebagian Dari Kita Berfikir Bahwa Debat Merupakan Kegiatan Mematahkan Pendapat Lawan. Sebenarnya Debat Adalah Bagaimana Cara Kita (debater) Membuat Orang Lain.
Artikel ini akan membahas kunci jawaban dari mata pelajaran Bahasa Indonesia tingkat SMA/SMK yang tentunya kunci jawaban ini bisa dijadikan referensi dalam pembelajaran.
Maka dari itu, perlu untuk menyimak pembahasan ini hingga akhir agar dapat mengetahui jawaban yang tepat dari pertanyaan Mungkin Sebagian Dari Kita Berfikir Bahwa Debat Merupakan Kegiatan Mematahkan Pendapat Lawan. Sebenarnya Debat Adalah Bagaimana Cara Kita (debater) Membuat Orang Lain.
Namun, perlu dicatat bahwa kunci jawaban tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk memperoleh nilai, tetapi juga sebagai bahan pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman terhadap materi yang diajarkan.
Baca Juga: Kegiatan Debat Yang Dilakukan Oleh Anggota Parlemen Termasuk Jenis Debat
Soal Lengkap
Mungkin sebagian dari kita berfikir bahwa debat merupakan kegiatan mematahkan pendapat lawan. Sebenarnya debat adalah bagaimana cara kita (debater) membuat orang lain....
a. membela kita
b. memberikan yang terbaik
c. terpengaruh dan setuju dengan argumen yang disampaikan
d. membuat audiens terpukau karna kita mampu menjatuhkan lawan debat
e. membuat lawan debat mengamuk.
Jawaban
Jawaban yang benar, tepat, akurat, dan sah dengan kebenaran 100% untuk pertanyaan tersebut adalah:
c. terpengaruh dan setuju dengan argumen yang disampaikan
Debat bukan sekadar kegiatan untuk menjatuhkan lawan atau menunjukkan siapa yang lebih unggul secara retoris. Hakikat dari debat yang sesungguhnya adalah bagaimana seorang pendebat atau debater mampu menyampaikan argumen dengan logis, meyakinkan, dan berdasarkan data atau bukti yang valid, sehingga orang lain — baik itu juri, audiens, maupun bahkan lawan debat — terpengaruh dan setuju dengan argumen yang disampaikan.
Tujuan utama debat adalah memengaruhi opini publik atau pihak penilai agar berpihak pada posisi atau sudut pandang yang kita bela. Untuk mencapai hal tersebut, seorang pendebat harus mampu menggunakan keterampilan berbicara, logika berpikir, penguasaan materi, serta etika komunikasi yang baik. Argumen yang kuat harus disertai dengan penjelasan yang runtut, bahasa yang tepat, serta kemampuan menjawab sanggahan dari lawan secara elegan dan substansial.
Sikap emosional, menjatuhkan lawan secara personal, atau membuat suasana menjadi panas justru bertentangan dengan nilai-nilai debat yang sehat. Oleh karena itu, jawaban seperti “membuat lawan debat mengamuk” atau “membuat audiens terpukau karena kita mampu menjatuhkan lawan” tidak mencerminkan tujuan debat yang sesungguhnya. Demikian pula, pilihan “membela kita” atau “memberikan yang terbaik” tidak secara spesifik menjawab maksud dari pertanyaan yang menekankan pada efek dari argumen terhadap orang lain.