edukasi

Mengenal Owa Jawa, Primata Setia Pasangan yang Terancam Punah

Minggu, 4 Mei 2025 | 21:22 WIB
Penampakan Owa Jawa di alam liar (bebeja)

KLIK SAJA - Di tengah hutan tropis pulau Jawa yang rimbun dan mulai terdesak pembangunan, hidup salah satu primata endemik paling unik dan langka: Owa jawa (Hylobates moloch), juga dikenal sebagai Silvery gibbon.

Primata ini bukan hanya menarik dari sisi fisik dan perilaku sosialnya, tapi juga menyimpan kisah sedih tentang ancaman kepunahan yang semakin nyata.

Owa jawa adalah salah satu spesies primata dari keluarga Hylobatidae yang hanya ditemukan di pulau Jawa, Indonesia.

Primata ini memiliki tubuh ramping dengan panjang antara 75 hingga 80 cm dan bobot sekitar 6–8 kg.

Rambutnya yang lebat berwarna abu-abu keperakan menjadi ciri khas, dengan wajah hitam dan alis putih yang mencolok. Tidak seperti monyet, owa tidak memiliki ekor.

Tubuh mereka dikenal sangat adaptif untuk hidup di pepohonan tinggi, dengan lengan panjang yang memudahkan mereka berayun di antara cabang-cabang pohon.

Yang membuat owa jawa sangat menarik adalah perilaku monogaminya alias setia pada pasangannya, walau hidup berkelompok.

Mereka hidup dalam kelompok keluarga kecil yang terdiri dari sepasang induk dan anak-anak mereka.

Betina melahirkan satu bayi setiap dua atau tiga tahun, dengan masa kehamilan sekitar tujuh hingga delapan bulan.

Anak owa akan tinggal bersama orang tuanya hingga dewasa sebelum keluar membentuk keluarga baru. Ketika ada ancaman, betina akan mengeluarkan suara peringatan khas yang disebut alarm call.

Sayangnya, meski hidup harmonis dan setia terhadap pasangan, nasib owa jawa di alam tidak seindah ceritanya.

IUCN telah mengkategorikannya sebagai spesies terancam punah, dan CITES mencantumkannya dalam Lampiran I, yang artinya perdagangan internasional spesies ini sangat dilarang.

Penyebab utamanya adalah perusakan habitat akibat deforestasi dan alih fungsi lahan, serta perburuan untuk perdagangan satwa ilegal.

Habitat asli owa jawa kini terbatas pada beberapa kawasan konservasi di Jawa Barat dan Jawa Tengah, seperti Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, Gunung Gede Pangrango, dan Ujung Kulon.

Halaman:

Tags

Terkini