Gelombang I (Tahun 1830-1900an)
Gerakan awal 1909 - Amerika Serikat merayakan Hari Perempuan Nasional pertama kali pada 28 Februari sebagai respons terhadap protes ribuan buruh perempuan yang menuntut kondisi kerja lebih layak setelah kejadian pada tahun 1908.
1910 - Organisasi sosialis internasional mengadakan konferensi di Kopenhagen, Denmark, untuk menetapkan Hari Perempuan. Usulan ini disepakati oleh lebih dari 100 perempuan dari 17 negara.
1911 - Sejumlah besar perempuan dan laki-laki di Eropa mengadakan demonstrasi besar-besaran menuntut hak pilih serta mengakhiri diskriminasi gender di tempat kerja.
1913-1914 - Hari Perempuan Internasional mulai diperingati di berbagai negara, khususnya oleh aktivis perempuan di tengah Perang Dunia I.
Baca Juga: TERBARU! Tersedia 2 Posisi di PT Siantar Top Tbk, Simak Disini Informasi Selengkapnya!
1928 - Perempuan Indonesia mulai ikut memperjuangkan hak-hak mereka dalam Kongres Perempuan Indonesia yang digelar pada 22-25 Desember.
Gelombang II (Tahun 1960-1980an)
Pengakuan global 1960 - Munculnya gerakan hak-hak sipil di berbagai belahan dunia, termasuk tuntutan kesetaraan perempuan di Amerika-Afrika, Meksiko, dan Asia-Amerika.
1964-1973 - Gerakan feminisme semakin kuat di Amerika Serikat dan Eropa, bersamaan dengan protes besar terhadap perang di Vietnam.
Baca Juga: Lowongan Kerja Terbaru PT Multi Indomandiri Tahun 2025, Ini Dia Posisi yang Dibutuhkan
1975 - Untuk pertama kalinya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi memperingati Hari Perempuan Internasional pada 8 Maret. Tanggal ini kemudian ditetapkan sebagai perayaan resmi di berbagai negara.***