Dalam situasi kritis tersebut, Komodor Yos Sudarso mengeluarkan perintah legendaris “Kobarkan Semangat Pertempuran!” sebelum akhirnya gugur bersama awak KRI Matjan Tutul.
Peringatan Hari Dharma Samudera tidak hanya sekadar mengenang peristiwa sejarah tetapi juga sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang demi kedaulatan negara.
Setiap tahun, tema peringatan ditetapkan untuk menggugah semangat nasionalisme masyarakat.
Pada tahun 2025, tema yang diusung adalah “Kobarkan Semangat Perjuangan Prajurit Jalasena yang Tangguh dan Profesional”.
Tema ini mencerminkan komitmen Angkatan Laut Indonesia untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kesiapan tempur dalam menghadapi tantangan modern.
Selain itu, tema ini juga mengajak generasi muda untuk memahami pentingnya sejarah dan menghargai jasa-jasa para pahlawan.
Dalam rangka memperingati Hari Dharma Samudera 2025, berbagai kegiatan akan dilaksanakan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL).
Kegiatan tersebut meliputi upacara bendera, seminar sejarah maritim, serta aksi sosial untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kedaulatan laut.
Melalui peringatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami arti penting dari perjuangan para pahlawan di masa lalu.
Selain itu, generasi muda diajak untuk meneruskan semangat juang dalam menjaga keutuhan NKRI.
Dengan demikian, Hari Dharma Samudera menjadi momentum refleksi sekaligus motivasi bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah maritim Indonesia, pemerintah juga berencana untuk memperkenalkan pendidikan sejarah kepada siswa-siswa di sekolah-sekolah.
Ini bertujuan agar generasi penerus dapat belajar dari pengalaman masa lalu dan menghargai pengorbanan para pahlawan.