edukasi

Mendikdasmen: Tahun Ajaran Baru Bakal Ada Mapel Coding Untuk SD dan SMP

Senin, 25 November 2024 | 09:30 WIB
Mendikdasmen Ketika Meninjau Kelas Coding (Kemendikbud)

KLIK SAJA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) berencana akan meluncurkan kelas coding sebagai mata pelajaran pilihan di tingkat SD dan SMP di tahun ajaran yang akan datang. 

Sebagai bahan pertimbangan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, melakukan kunjungan kerja ke SMP Prima Cendekia Islami, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu (20/11) yang dimana sudah melaksanakan kelas coding.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Mu’ti melakukan peninjauan kelas coding yang sedang berlangsung.

Baca Juga: Prabowo Bertemu PM India, Ajak Kirim Ahli untuk Mengajar Pendidikan Kesehatan di Indonesia

“Ini kan proses saya melihat sekolah-sekolah yang mulai mengajarkan coding. Ini merupakan salah satu dari sekolah yang ada di Kabupaten Bandung yang sudah menyelenggarakan kelas coding mulai dari kelas 1 SMP,” ungkapnya.

“Tentu tidak mulai dari kelas 1, mungkin bisa dari kelas 4, kelas 5 atau kelas 6 tergantung dari kesiapan masing-masing sekolah dan juga kesiapan gurunya dan sarana-prasarananya. Ini sekali lagi masih bagian dari proses,” ujar Mendikdasmen.

Selanjutnya, Mendikdasmen menekankan bahwa Kemendikdasmen melihat sebenarnya mata pelajaran coding bukanlah mata pelajaran yang baru.

Karena banyak sekolah yang sudah melaksanakannya dan salah satunya adalah SMP Prima Cendekia Islami, Kabupaten Bandung.

Menteri Mu’ti berujar, bahwa saat ini banyak sekolah yang telah mengajarkan coding sejak kelas 4, kelas 5 atau kelas 6 di SD.

Ia menambahkan, bahwa Kemendikdasmen terus akan mencoba untuk mengeksplorasi terkait mata pelajaran coding apakah dapat menjadi mata pelajaran yang berdiri sendiri.

“Saya harap nanti ada akan ada kesempatan lain untuk melihat mata pelajaran coding di SD, mudah-mudahan bisa melihatnya di kota-kota lain,” ungkap Menteri Mu’ti.

Menteri Mu’ti memaparkan, bahwa mata pelajaran coding dapat diintegrasikan ke dalam mata pelajaran prakarya atau keterampilan.

Maka dengan demikian, ucapnya, proyek-proyek prakarya siswa dapat berfokus pada pengembangan aplikasi atau program sederhana. 

“Guru keterampilan yang memiliki jam mengajar lebih sedikit dapat mengajar mata pelajaran ini. Saya berharap, agar jumlah jam mengajar untuk mata pelajaran coding ditingkatkan, atau bahkan menjadikan coding sebagai mata pelajaran tersendiri. Namun, hal ini masih perlu dikaji lebih lanjut,” jelas Menteri Mu’ti.

Kepala Sekolah SMP Prima Cendekia Islami, Beny Saputro, menyampaikan bahwa mata pelajaran coding diterapkan di sekolahnya karena SMP Prima Cendekia Islami merupakan sekolah yang berbasis digital, sehingga penerapannya diaplikasikan ke dalam pelajaran, program, serta saran dan prasarana di sekolah.

Selain itu, ujar Beny, penerapan mata pelajaran coding sebagai bagian dari kebutuhan perkembangan teknologi 4.0 dan Society 5.0. “Sehingga kami berusaha memfasilitasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pendidikan itu," terangnya.

“Jadi pembelajarannya secara dominan berupa praktik baik membuat laman, permainan, film, dan juga membuat makalah. Itu semua dilakukan oleh siswa-siswa di sekolah kami,” terang salah satu pengajar kelas coding.

Pada kesempatan tersebut, Pengawas Pendidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Noer Sobariah, mengatakan bahwa saat ini sudah 35 SMP yang telah melaksanakan mata pelajaran coding.

“Dari total 388 satuan pendidikan di tingkat SMP di Kabupaten Bandung, 35 SMP negeri dan swasta telah melaksanakan mata pelajaran coding sebagai mata pelajaran pilihan,” ujar Sobariah.***

Tags

Terkini