edukasi

Mengenal Budaya Shukatsu, Kegiatan Mahasiswa Jepang Berburu Pekerjaan

Minggu, 13 Oktober 2024 | 06:58 WIB
Mengenal Budaya Shukatsu, Kegiatan Mahasiswa Jepang Berburu Pekerjaan (Pixabay)

Proses mencari pekerjaan di Jepang sangatlah melelahkan, mulai dari mengisi entry sheet, wawancara, tes kemampuan yang pastinya membutuhkan waktu, tenaga dan uang.

Mahasiswa Jepang banyak menganggap fase ini adalah masa terpenting dalam hidup mereka, jadi mereka harus benar-benar sangat serius menjalaninya.

Baca Juga: Ditunggu Sampai 13 Oktober 2024! BSI Scholarship Inspirasi, Program Beasiswa untuk Mahasiswa Prasejahtera

Lalu, mengapa mahasiswa Jepang mencurahkan begitu banyak energi untuk berburu pekerjaan? Berikut alasannya :

  • Ada kepercayaan yang telah mengakar bahwa "penempatan kerja diputuskan saat kuliah," bagi orang Jepang, menganggur adalah aib, jadi bagi mereka, sebelum lulus kuliah setahun kemudian, mereka harus sudah diterima di suatu perusahaan.
  • Di Jepang, tradisi budaya "pekerjaan seumur hidup" (terus bekerja di satu perusahaan hingga masa pensiun) masih mengakar kuat.

Bagi sebagian besar mahasiswa di Indonesia, budaya berburu pekerjaan, baru dimulai kebanyakan ketika mahasiswa jelang kelulusan, bahkan tidak sedikit baru setelah diwisuda, mereka baru mencari pekerjaan.

Di Jepang, berburu pekerjaan, jauh setahun sebelum para mahasiswa lulus, mereka sudah mulai mencari pekerjaan, sehingga setelah lulus mereka tidak khawatir lagi masalah pekerjaan.

Semoga konsep ini bisa menular kepada para mahasiswa Indonesia, agar mereka bersungguh-sungguh ketika memasuki tahap akhir perkuliahan, tidak sekedar menyelesaikan tugas akhir, tetapi juga mempersiapkan pekerjaan yang akan diambil. Semoga bermanfaat.

Halaman:

Tags

Terkini