KLIK AJA - Hampir di seluruh belahan dunia, termasuk negara Indonesia, setiap mahasiswa yang telah memasuki jenjang tingkat akhir, perihal yang paling dikhawatirkan adalah masalah pekerjaan selepas lulus nanti.
Namun pada masing-masing negara pastilah memiliki kebudayaan yang unik dan berbeda bagi setiap mahasiswa tingkat akhir dalam upaya “berburu” pekerjaan.
Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang budaya Shūkatsu salah satu kebiasaan unik berburu pekerjaan pada negara Jepang.
Shūkatsu dapat diartikan yaitu kegiatan mahasiswa tingkat akhir yang akan lulus lalu berburu mencari pekerjaan, namun yang menjadi pembeda, mereka melakukannya jauh setahun sebelum mereka lulus kuliah.
Bagi sebagian besar mahasiswa di Jepang, kegiatan ini adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan menjadi seorang mahasiswa, walau terlihat sama seperti Indonesia, namun pada artikel ini akan menampilkan betapa berbeda jauhnya mental mahasiswa Jepang dalam mencari penghidupan.
Artikel ini membahas situasi sebenarnya dari Shūkatsu atau berburu pekerjaan ini, yang dilakukan oleh mahasiswa Jepang tingkat akhir hingga sampai harus “mempertaruhkan nyawa mereka”.
Gerombolan Jas Hitam
Di negara Jepang, pada setiap tahunnya antara bulan Maret hingga musim panas, kita akan banyak melihat anak muda yang mengenakan pakaian formal jas hitam, di stasiun-stasiun kereta atau di kawasan perkantoran.
Mereka itu adalah para mahasiswa yang sedang “Shukatsu” atau berburu pekerjaan, pada masa tingkat akhir.
Shūkatsu sendiri merupakan singkatan dari “Shushoku Katsudo” yang memiliki arti yaitu kegiatan para mahasiswa yang akan lulus dari universitas, mencari pekerjaan dengan melamar ke perusahaan dan melakukan wawancara kerja untuk mencari pekerjaan setelah lulus kuliah.
Entah bagaimana ceritanya, budaya yang timbul adalah para mahasiswa yang sedang berburu pekerjaan tersebut sebagian besar mengenakan setelan hitam formal ketika mereka pergi ke wawancara kerja.
Baca Juga: 4 Alasan Kamu Harus Melanjutkan Studi Ke Monash University Australia