Jalur ini diperuntukkan bagi siswa yang aktif dalam organisasi siswa intra sekolah (OSIS) dan memiliki prestasi di bidang kepemimpinan serta kegiatan ekstrakurikuler.
Melalui jalur ini, siswa diharapkan dapat menunjukkan kemampuan dan dedikasi mereka dalam berorganisasi.
Proses seleksi jalur OSIS biasanya dilakukan melalui beberapa tahapan.
Baca Juga: Kabar Baik! Dibuka Lowongan Untuk Creative Copy Writer Di K3mart, Segera Aply Sebelum Tutup!
Pertama, siswa harus mendaftar dengan melengkapi dokumen yang diperlukan, seperti surat rekomendasi dari sekolah dan bukti keaktifan di OSIS.
Selanjutnya, panitia seleksi akan melakukan verifikasi terhadap dokumen tersebut untuk memastikan kelayakan calon peserta.
Setelah verifikasi, tahap berikutnya adalah ujian tertulis atau wawancara.
Ujian ini bertujuan untuk mengukur pengetahuan umum dan kemampuan berpikir kritis peserta.
Selain itu, wawancara juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk menjelaskan pengalaman mereka dalam organisasi dan bagaimana hal tersebut dapat berkontribusi pada kehidupan kampus.
2. Jalur Hafidz Al-Qur’an
Pendidikan tinggi di Indonesia memiliki berbagai jalur seleksi untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Salah satu jalur yang semakin populer adalah jalur hafidz Al-Qur’an.
Jalur ini memberikan kesempatan bagi para penghafal Al-Qur’an untuk melanjutkan pendidikan mereka di perguruan tinggi dengan cara yang lebih mudah.