edukasi

Warga +62 Wajib Tahu Nih! Literasi Sarjana Indonesia Kalah Dibandingkan Lulusan SMP di Ddenmark Lho!

Kamis, 19 September 2024 | 15:23 WIB
Warga +62 Wajib Tahu Nih! Literasi Sarjana Indonesia Kalah Dibandingkan Lulusan SMP di Ddenmark Lho! (Tangkapan Layar Instagram / @masukkampus)

KLIK SAJA - Pengamat dan praktisi pendidikan, Muhammad Nur Rizal, mengungkapkan keprihatinan mengenai pengelolaan anggaran pendidikan di Indonesia.

Menurut data dari Indonesia Corruption Watch, sekitar 40 persen hingga 50 persen anggaran pendidikan hilang sebelum sampai kepada anak-anak.

Hal ini menunjukkan adanya masalah serius dalam sistem pengelolaan yang ada saat ini.

Dikutip kliksaja.id dari akun Instagram @masukkampus, pada 19 September 2024, salah satu penyebab utama dari kebocoran anggaran tersebut adalah pendekatan teknokratis yang cenderung programmatic dalam pengelolaan pendidikan.

Nur Rizal menjelaskan bahwa pengelolaan pendidikan yang terikat dengan persoalan administrasi dan anggaran sangat mempengaruhi kualitas pendidikan itu sendiri.

Dalam rapat bimbingan teknis Tim Strategis Pendampingan SMK-GSM, ia menekankan pentingnya reformasi dalam cara pengelolaan anggaran agar lebih transparan dan akuntabel.

Dengan demikian, dana yang dialokasikan untuk pendidikan dapat digunakan secara efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Lebih lanjut, Nur Rizal juga menyampaikan bahwa hasil tes PISA (Programme for International Student Assessment) menunjukkan bahwa kemampuan literasi siswa SMA di Indonesia masih sangat rendah.

Data menunjukkan bahwa sekitar 70 persen siswa berada pada tingkat kompetensi minimum dalam membaca.

Baca Juga: Segera Daftarkan Diri Anda Sebelum Batas Waktu Pendaftaran Berakhir! Lowongan Kerja di Alfamart untuk Lulusan SMA/K

Ini adalah indikator jelas bahwa ada masalah mendasar dalam sistem pendidikan yang perlu segera ditangani.

Salah satu solusi yang diusulkan oleh Nur Rizal adalah penerapan model pengelolaan pendidikan yang lebih inklusif dan partisipatif.

Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk guru, orang tua, dan masyarakat, diharapkan akan tercipta sistem pendidikan yang lebih baik.

Selain itu, peningkatan pelatihan bagi para pendidik juga menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

Halaman:

Tags

Terkini