Sosok Rasuna Said Sang Orator Wanita Tangguh Penentang Kolonialisme Belanda

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Sabtu, 11 April 2026 | 01:08 WIB
Rasuna Said saat memberikan orasi dalam suatu acara resmi (Dinas Kebudayaan DIY)
Rasuna Said saat memberikan orasi dalam suatu acara resmi (Dinas Kebudayaan DIY)

Pidato-pidatonya yang tegas dan penuh semangat menginspirasi banyak orang, terutama perempuan, untuk berani menyuarakan kebenaran.

Keberaniannya tersebut membuat pemerintah kolonial merasa terancam. Pada tahun 1932, Rasuna Said ditangkap dan dipenjara akibat aktivitas politik dan pidato-pidatonya yang kritis.

Namun, penjara tidak memadamkan semangatnya. Justru sebaliknya, pengalaman tersebut semakin menguatkan tekadnya untuk terus berjuang demi kemerdekaan dan keadilan.

Selain sebagai pejuang kemerdekaan, Rasuna Said juga dikenal sebagai tokoh emansipasi perempuan.

Ia meyakini bahwa perempuan memiliki peran yang setara dengan laki-laki dalam membangun bangsa.

Menurutnya, perempuan tidak hanya berperan di ranah domestik, tetapi juga harus terlibat dalam pendidikan, politik, dan kehidupan sosial.

Untuk mewujudkan gagasannya, Rasuna aktif mendirikan dan terlibat dalam berbagai organisasi perempuan.

Baca Juga: Mengagumi Ketangguhan Laksamana Malahayati Pimpin Laskar Inong Balee Melawan Armada Belanda

Ia mendorong perempuan Indonesia agar menyadari pentingnya pendidikan serta berani terlibat dalam perjuangan politik. Baginya, kesetaraan kesempatan antara laki-laki dan perempuan merupakan kunci kemajuan bangsa.

Setelah Indonesia merdeka, Rasuna Said tetap melanjutkan perjuangannya. Ia dipercaya menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Serikat (DPR RIS) pada tahun 1950, yang kemudian berlanjut menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Sementara (DPRS).

Dalam peran tersebut, ia konsisten memperjuangkan hak-hak rakyat, terutama kaum kecil dan perempuan.

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Rasuna Said tidak pernah goyah dalam memperjuangkan nilai-nilai keadilan sosial dan kesetaraan gender yang diyakininya.

Warisan dan Penghargaan

Pengaruh perjuangan Rasuna Said masih terasa hingga saat ini. Sebagai bentuk penghargaan atas jasanya, pemerintah Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional pada tahun 1974.

Namanya diabadikan sebagai salah satu jalan utama di Jakarta, yaitu Jalan H.R. Rasuna Said, yang kini menjadi pusat kegiatan bisnis dan pemerintahan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X