Kalau Kita Angkat Persoalan Ini, Karena Memang Ada Yang Pantas Kita Prihatinkan. Betapa Segala Sesuatu Sekarang Ini Selalu Diselesaikan Dengan Kekeras

photo author
- Selasa, 10 Juni 2025 | 10:44 WIB
Kalau Kita Angkat Persoalan Ini, Karena Memang Ada Yang Pantas Kita Prihatinkan. Betapa Segala Sesuatu Sekarang Ini Selalu Diselesaikan Dengan Kekeras (Dibuat oleh Vicky Hayden Alzaini dengan menggunakan Meta AI)
Kalau Kita Angkat Persoalan Ini, Karena Memang Ada Yang Pantas Kita Prihatinkan. Betapa Segala Sesuatu Sekarang Ini Selalu Diselesaikan Dengan Kekeras (Dibuat oleh Vicky Hayden Alzaini dengan menggunakan Meta AI)

KLIK SAJA – Halo para pembaca Klik Saja, artikel berikut ini akan memberikan informasi mengenai kunci jawaban dari pertanyaan ‎Kalau Kita Angkat Persoalan Ini, Karena Memang Ada Yang Pantas Kita Prihatinkan. Betapa Segala Sesuatu Sekarang Ini Selalu Diselesaikan Dengan Kekerasan.

Artikel ini akan membahas kunci jawaban dari mata pelajaran Bahasa Indonesia tingkat SMA/SMK yang tentunya kunci jawaban ini bisa dijadikan referensi dalam pembelajaran.

Maka dari itu, perlu untuk menyimak pembahasan ini hingga akhir agar dapat mengetahui jawaban yang tepat dari pertanyaan Kalau Kita Angkat Persoalan Ini, Karena Memang Ada Yang Pantas Kita Prihatinkan. Betapa Segala Sesuatu Sekarang Ini Selalu Diselesaikan Dengan Kekerasan.

Namun, perlu dicatat bahwa kunci jawaban tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk memperoleh nilai, tetapi juga sebagai bahan pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman terhadap materi yang diajarkan.

Baca Juga: 'Jangan Mau Menyerahkan BPKB Ataupun STNK Ke Siapapun', Merupakan Contoh Kalimat?

Soal Lengkap

Perhatikan tajuk rencana berikut!

Kalau kita angkat persoalan ini, karena memang ada yang pantas kita prihatinkan. Betapa segala sesuatu sekarang ini selalu diselesaikan dengan kekerasan1). Padahal selama ini kita selalu bisa menyelesaikan segala macam persoalan dengan cara yang elegan, dengan cara yang damai2). Kita mempunyai cara yang terbukti efektif untuk meraih terbosan yang membuat setiap orang merasa menag dan tidak kehilangan muka, yakni musyawarah untuk mencapai mufakat3). Cara melaksanakan musyawarah itu sendiri tidak selalu sama4). Setiap wilayah, setiap daerah mempunyai cara yang sesuai dengan kearifan lokal, yang memang dikenal dan biasa dilakukan masyarakat di tempat itu5).  Pertanyaannya, mengapa kearifan lokal yang menjadi kekuatan warga bangsa ini seakan sirna?6). Sekarang ini begitu mudah orang untuk marah, sampai-sampai polisi yang mencoba menenangkan keadaan sering kali malah menjadi korban kemarahan7)

Isi tajuk rencana di atas adalah ....

a. hilangnya kearifan lokal
b. banyaknya kekerasan di daerah
c. cara menyelesaikan persoalan dengan cara damai
d. musyawarah dan mufakat dalam menangani kasus
e. kekerasan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa

Jawaban

Jawaban yang benar, tepat, akurat, dan sah dengan kebenaran 100% untuk pertanyaan tentang isi tajuk rencana di atas adalah a. hilangnya kearifan lokal.

Untuk memahami jawaban ini, kita perlu mengamati lebih dekat isi tajuk rencana yang disajikan. Tajuk rencana tersebut mengangkat persoalan mengenai bagaimana kekerasan kini menjadi cara yang sering digunakan dalam menyelesaikan masalah, yang seharusnya bisa diselesaikan dengan cara yang lebih elegan dan damai, seperti musyawarah untuk mencapai mufakat.

Kalimat pertama dari tajuk rencana ini menunjukkan keprihatinan terhadap tingginya penggunaan kekerasan untuk menyelesaikan persoalan. Dalam hal ini, penulis mengingatkan bahwa sebelumnya banyak masalah yang bisa diselesaikan dengan cara yang lebih bijaksana dan damai. Penulis juga menyebutkan bahwa setiap daerah memiliki cara atau metode yang sesuai dengan kearifan lokal untuk menyelesaikan masalah tersebut, tetapi dalam kalimat berikutnya penulis mengajukan pertanyaan tentang mengapa kearifan lokal yang seharusnya menjadi kekuatan bangsa ini justru seakan hilang atau sirna.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Vicky Hayden Alzaini

Sumber: Buku Kemdikbud

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X