Tergiur Tawaran Kerja di Luar Negeri, 14 WNI Malah Jadi Korban Penjualan Organ Tubuh

photo author
Hariyani, Klik Saja
- Selasa, 4 Juli 2023 | 18:15 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD saat konferensi pers TPPO Selasa, 4 Juli 2023 (Youtube Menko Polhukam RI)
Menko Polhukam Mahfud MD saat konferensi pers TPPO Selasa, 4 Juli 2023 (Youtube Menko Polhukam RI)


KlikSAJA, JAkarta--Menko Polhukam, Mahfud MD membeberkan terdapat 14 WNI yang menjadi korban perdagangan organ tubuh.

Hal itu diungkapkan Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, pada hari Selasa (4/7/2023).

Dia mengungkapkan 14 WNI itu menjadi korban, di mana ginjal mereka dijual.

Saat ini, ke-14 WNI itu kini tertahan di rumah sakit luar negeri sebagai korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Baca Juga: Mahfud MD Sebut Pembahasan Pesantren AL Zaytun Belum Sampai pada Pencabutan Izin
Kata Mahfud MD ginjal mereka dijual dan korban saat ini ditampung di berbagai rumah sakit.

"Dikirim ke luar negeri, ginjalnya dijual, ditampung di berbagai rumah sakit, dan mereka tidak mendapat perawatan yang memadai juga," katanya.

Menurut informasi sumber dari Polri, 14 WNI ini hingga saat ini masih tertahan.

"Menurut informasi yang saya terima dari Polri, masih ada 14 orang yang tertahan di rumah sakit di suatu negara dengan kasus penjualan ginjal ini," tambahnya.

Baca Juga: Begini Kata Ahli Marketing Terkait Olok-Olok Nama Gedung DPR RI di Google Maps

Modus yang digunakan pelaku adalah dengan memberikan iming-imingi lowongan pekerjaan di luar negeri.

Ketika mereka tiba di sana, malah disodorkan surat kontrak kesiapan untuk penjualan ginjal.

"Waktu mereka berangkat, mereka mengatakan akan bekerja di restoran atau tempat lain. Tapi begitu mereka sampai di sana, mereka diminta untuk menandatangani kontrak penjualan ginjal," jelasnya.

Mahfud mengungkapkan, Satgas TPPO telah menetapkan sebanyak 698 tersangka dalam satu bulan terakhir sebagai hasil dari kerja keras mereka.

Satgas TPPO juga telah berhasil menyelamatkan 1.943 korban. Namun, Mahfud menduga masih ada banyak korban lain yang belum berhasil diselamatkan.

"Dalam satu bulan tersebut, kami berhasil menyelamatkan 1.943 korban. Mungkin masih ada banyak korban lain yang belum berhasil diselamatkan, tetapi jumlah ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam satu bulan. Namun, dalam satu bulan terakhir ini, kami telah sangat produktif," ujarnya.

Baca Juga: Pandji Gumilang Berpeluang Dipanggil Kembali Bareskrim Polri

Dia lalu menyebutkan, beberapa jenis korban TPPO, antara lain pekerja migran ilegal, pekerja seks komersial, pekerja rumah tangga yang tidak digaji dan tidak diizinkan pulang, serta anak buah kapal yang menjadi pekerja kasar.

"Sekarang kita mulai menangani masalah ini, dan BP2MI telah melakukan pengawasan yang ketat untuk meningkatkan keberangkatan yang legal, karena masih banyak yang melakukan keberangkatan secara ilegal dan kita tidak mengetahuinya sampai ada peristiwa seperti ini," tandas. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hariyani

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X