Semua OPD Wajib Kolaborasi Capai PAD Rp2 Triliun

photo author
Hariyani, Klik Saja
- Jumat, 24 Februari 2023 | 11:03 WIB
Pemkot Makassarbgelar Rakor Pemdapatan di Bali, Kamis (23/2/2023)
Pemkot Makassarbgelar Rakor Pemdapatan di Bali, Kamis (23/2/2023)

klikSAJA, BADUNG--Seluruh Organisasi Perangkat Darrah (OPD) Pemkot Makassar wajib berkolaborasi untuk mencapai PAD 2023 sebesar Rp2 triliun.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto saat Rakor Pendapatan di Bali, Kamis (23/2/2023). Menurutnya, ada tiga potensi besar dalam pendapatan yakni perparkiran, reklame, dan makan-minum agar terus ditingkatkan.

"Ini bukan rapat biasa, ini rapat koordinasi. Kenapa penting pendapatan? Dalam pengalaman dua periode, kinerja utama Pemda ada dua hal yang diutamakan, yakni meningkatkan pendapatan dan belanja yang makin hari makin rapi. Itu saja," kata Danny Pomanto dalam sambutannya di sela-sela pembukaan Rakor Pendapatan di Badung, Bali, Kamis, (23/02/2023).

Baca Juga: Pemkot Makassar Dorong Pemenuhan Hak-hak Ketenagakerjaan Penyandang Disabilitas

Dia melihat perlu adanya integrasi dan akselerasi program pendapatan yang harus betul-betul terkoordinasi dengan baik.

Untuk mencapai PAD (Pendapatan Asli Daerah) Rp 2 Triliun, dia membeberkan, pertama harus meresetting total sistem pendapatan. Mengonsep kembali sistem secara terpadu.

Ke dua, digitalisasi pendapatan wajib tanpa terkecuali di semua sisi. Apalagi sebelumnya Makassar menjuarai TP2DD zona Indonesia Timur.

Lalu digitalisasi itu harus membangun big data atau data bersama. Misalnya data mengenai retribusi sampah, hitungan PBB, menjadi satu data.

"Saya berharap one day Rakor ini harus terwujud sistemnya," tekannya.

Ke tiga, maksimalisasi pendapatan.

Baca Juga: Pemkot Makassar Optimis Naik Peringkat Capaian Kota Layak Anak 2023

Orang nomor satu di Makassar ini memaparkan, seperti pajak dari aspek makan minum harus segera dilakukan revolusi pendapatan di situ. Juga reklame dan perparkiran.

Dari tiga aspek penting itu, pria berlatar belakang arsitektur ini menyebutkan baru 50 persen potensi yang digali. Sementara masih ada 50 persen lainnya dari bidang yang sama bahkan di sektor lainnya butuh eksplorasi serta inovasi.

"Untuk pajak makan-minum itu saya dengan Bapenda sudah berdiskusi dengan pemilik sistem yang bisa membangun kesadaran dan pengawasan pajak dari masyarakat.
Insya Allah alat ini maksimal," sebutnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hariyani

Sumber: Pemkot Makassar

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X