Penurunan itu terjadi bukan hanya karena kehadiran AI, tetapi juga akibat faktor eksternal lain yang mengubah pola kerja.
Dalam laporan yang sama, WEF mencatat fenomena baru terkait desainer grafis dan sekretaris hukum untuk pertama kalinya masuk dalam daftar sepuluh pekerjaan dengan laju penurunan tercepat.
Hal ini disebut sebagai gambaran nyata dari kemampuan AI generatif yang kian mampu mengambil alih pekerjaan berbasis pengetahuan.
Kendati demikian, tren tersebut juga membuka peluang.
Baca Juga: What is a Prompt Engineer? How Humans Outsmart Artificial Intelligence
Survei menunjukkan hampir 70 persen perusahaan berencana merekrut pekerja baru dengan kemampuan khusus dalam pengembangan dan penerapan AI.
Laporan WEF mencatat, 62 persen menyatakan siap menambah tenaga kerja dengan keterampilan bekerja berdampingan dengan AI.
Kemudian, era baru dunia kerja pun dinilai tengah berlangsung hingga 2030.***