Proses ini sangat sembunyi-sembunyi sehingga kelelawar dapat meminum darah selama setengah jam tanpa membangunkan mangsanya.
Dari sini kita perlu memahami, kelelawar tidaklah menghisap darah layaknya nyamuk, tetapi meminum darah mangsanya yang sedang tidur.
Kelelawar tidak mengambil cukup darah untuk melukai inangnya, meskipun gigitannya dapat menyebarkan penyakit seperti rabies.
Kelelawar vampir biasa hidup dalam kelompok yang terdiri dari ratusan hingga ribuan.
Kelelawar yang hidup bersama dikenal saling merawat dan bahkan bekerja sama untuk berburu.
Ketika satu kelelawar tidak dapat menemukan makanan, kelelawar lain bahkan dapat memuntahkan darah untuk memberi makan tetangganya yang lapar.
Jadi, meskipun kelelawar vampir mungkin benar-benar haus darah, mereka bisa sangat lembut terhadap mangsanya dan satu sama lain.
Kelelawar vampir dikenal memiliki ikatan dengan sesamanya di sarang mereka.
Kini, penelitian menunjukkan bahwa kelelawar yang terikat sering kali minum darah hewan bersama-sama.
Hal ini cukup menarik, betapa hewan yang namanya sangat seram ini, ternyata memiliki jiwa sosial yang tinggi denga kawanan sesamanya.***