KLIK SAJA – Mendengar namanya, mungkin kita agak sedikit bergidik dan penasaran apakah hewan ini seseram itu.
Meski namanya menakutkan, kelelawar vampir justru sebenarnya tak terlalu menyeramkan dan sama sekali tak menyerang manusia.
Bahkan tentunya tak dapat berubah menjadi manusia vampir seperti dalam novel atau film populer.
Menariknya, dalam beberapa penelitian hewan kelelawar vampir adalah kawanan fauna yang sangat sosial antar sesamanya.
Baca Juga: Apa Itu Hewan Ektotermik dan Endodermik? Perbedaan Makhluk Hidup Pada Penyesuaian Suhu
Dimana mereka bisa saling berbagi makanan, tempat tidur dan saling melindungi jika ada pemangsa predator yang mendekat, mirip seperti konsep gotong royong.
Kelelawar berbulu ini mencakup tiga spesies kelelawar yang hidup di Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan.
Dua di antaranya adalah kelelawar vampir berkaki berbulu dan kelelawar vampir bersayap putih. Namun, spesies yang paling banyak dan terkenal adalah kelelawar vampir biasa ( Desmodus rotundus ).
Hanya beberapa inci panjangnya, kelelawar vampir biasa menghabiskan hari-hari mereka dengan bergantung terbalik di lokasi-lokasi menyeramkan, seperti atap gua, pohon berlubang, dan bangunan kosong.
Baca Juga: Mengenal Megalodon, Hiu Terbesar Yang Pernah Hidup di Muka Bumi
Mereka menjelajahi malam-malam tergelap dengan teknik ekolokasi.
Hewan-hewan ini sering meminum darah sapi, kuda, dan hewan ternak lain yang sedang tidur dan bukan manusia.
Dua spesies kelelawar peminum darah lainnya memakan burung dan hewan hutan lainnya.
Ketika kelelawar vampir hinggap di mangsanya, ia membuat sayatan kecil dengan giginya dan menjilati darah yang tumpah.