KLIK – Mungkin para pembaca Klik Saja baru saja menonton film “Mufasa” yang baru saja dirilis pada liburan lalu.
Atau pernah menonton tayangan “Simba” atau sinema “Lion King”, kesemuanya memiliki tema yang sama, yaitu hewan Singa yang dianggap sebagai Raja Rimba atau Rajanya para Hewan.
Sepanjang sejarah manusia, singa telah dianggap sebagai lambang kekuatan.
Kita sering mengatakan “kuat seperti singa” atau “berhati singa”.
Baca Juga: Baru Tahu! Ternyata Ada Banteng di Kalimantan, Tersembunyi Dalam Rimba Borneo
Banyak lambang negara yang menggunakan gambar singa sebagai perlambang kekuatan.
Kemungkinan besar hal ini bukan karena seseorang dapat membuktikan bahwa seekor singa dapat mengalahkan semua hewan lain, tetapi karena singa dianggap mendatangkan kengerian pada manusia selama berabad-abad.
Orang Mesir Kuno percaya bahwa hewan singa adalah keramat, dan pada awal Masehi, singa-singa ternyata masih banyak berkeliaran di Eropa.
Namun menjelang abad pertengahan, singa di Eropa diperkirakan mulai punah.
Karena kelangkaannya di Eropa, masyarakat di sana lama kelamaan menjadi singa sebagai simbol lambang banyak keluarga bangsawan, sebagai wujud penghormatannya.
Baca Juga: Mengenal Burung Punai Gading, Si Merpati Warna Warni Pelangi
Kerajaan Inggris menggunakan lambang “Three Lions” pada emblem kenegaraannya, yang melambangkan tiga kekuatan utama pada Britania Raya.
Beberapa kepangeranan di Prusia atau Jerman juga banyak yang menggunakan gambar singa pada lambang keluarganya, lagi-lagi sebagai simbol kekuatan.
Menariknya, walau di Afrika merupakan habitat terbesar hewan singa, tak banyak negara di sana yang menggunakannya sebagai lambang negara.