teknologi

BRIN: Mitigasi Berbasis Komunitas Solusi Atasi Kebakaran Hutan

Selasa, 17 Desember 2024 | 05:10 WIB
BRIN menyarankan mitigasi berbasis komunitas untuk atasi kebakaran hutan (BRIN)

KLIK SAJA - Peneliti Pusat Riset Kependudukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Puji Hastuti memaparkan gagasan risetnya bagaimana menyelaraskan dinamika kependudukan dengan tata kelola lingkungan yang adil dan berkelanjutan. 

Dari hasil risetnya itu, Puji merekomendasikan kebijakan penduduk dan lingkungan yang berkeadilan dengan menerapkan model mitigasi berbasis komunitas, dalam kaitannya untuk mengurangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Caranya dengan mengintegrasikan pengetahuan lokal dan etno-demografi dalam strategi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim,” ungkap Puji, pada Refleksi Akhir Tahun, Pameran Infografis Hasil Riset dan Monev Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora Akhir Tahun 2024, di BRIN Kawasan Sains Sarwono Prawirohardjo Jakarta, Jumat (13/12).

Baca Juga: BRIN Ungkap 14 Provinsi Bertanah Sangat Subur, Dimana Sajakah?

Puji memaparkan redistribusi hutan dan lahan secara adil untuk mendukung masyarakat adat dan petani kecil.

Serta bagaimana menjaga keanekaragaman hayati dan mitigasi perubahan iklim. 

“Caranya dengan melibatkan penduduk lokal dalam perencanaan dan implementasi restorasi ekosistem berbasis keadilan, khususnya di lahan gambut dan kawasan hutan,” ujar dia.

Cara lainnya dengan berupaya mengelola sumber daya air secara terpadu dengan memastikan distribusi penduduk, kebutuhan air rumah tangga, pertanian, dan industri secara adil.

Selanjutnya meningkatkan kapasitas kelembagaan untuk mempromosikan agroforestri sebagai solusi keberlanjutan ekonomi dan lingkungan, serta mengatasi tantangan kependudukan seperti urbanisasi dan migrasi.

Metode tersebut tentunya melibatkan masyarakat dalam melestarikan spesies kunci dan mengelola kawasan penyangga yang mendukung keseimbangan ekologi dan kebutuhan populasi.

Baca Juga: Indonesia Kini Punya ‘Gatotkaca’ Untuk Observasi Cuaca dan Iklim, Sistem Informasi Teknologi GNSS-RO

Misinya juga untuk melindungi hak masyarakat adat/penduduk marjinal dalam pengelolaan sumber daya alam dan mendorong keterlibatan penduduk marjinal dalam pengambilan keputusan.

Dalam prosesnya, ujar Puji, diprioritaskan kelompok rentan termasuk perempuan, dalam strategi ketahanan iklim berbasis komunitas lokal.

“Yang menjadi refleksi diri adalah hasil riset mengenai penduduk dan lingkungan harus berfokus pada solusi nyata terhadap permasalahan mendesak. Permasalahan tersebut seperti deforestasi, polusi, dan ketimpangan sosial ekonomi yang dialami penduduk marjinal,” ungkap Puji.

Halaman:

Tags

Terkini