BRIN: Mitigasi Berbasis Komunitas Solusi Atasi Kebakaran Hutan

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Selasa, 17 Desember 2024 | 05:10 WIB
BRIN menyarankan mitigasi berbasis komunitas untuk atasi kebakaran hutan (BRIN)
BRIN menyarankan mitigasi berbasis komunitas untuk atasi kebakaran hutan (BRIN)

Penggunaan dana riset BRIN, lanjutnya, dapat dianggap efektif dan efisien jika memenuhi kebutuhan mitra strategis secara jelas, rinci, dan spesifik, yang mendukung kebijakan berbasis bukti ilmiah (scientific evidence-based policy) untuk kemajuan pembangunan secara keseluruhan.

Sementara itu, Peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN Syarifah Aini Dalimunthe menjelaskan dampak sosial bencana bagi individu dan komunitas sebagai hasil riset Kelompok Riset Studi Penduduk Dan Bencana.

Syarifah menyebut, ada dua faktor yang mempercepat dan memperburuk kerugian akibat bencana.

Pertama, pertumbuhan ekonomi yang terkonsentrasi pada wilayah tertentu. Kedua, perubahan iklim yang mendorong terjadinya dan jatuhnya korban, baik secara ekonomi maupun dari sisi penduduk yang semakin besar.

“Di seluruh dunia polanya sama. Wilayah-wilayah pesisir terkonsentrasi oleh penduduk. Padahal secara geologis, seharusnya tidak ditinggali oleh penduduk yang sangat besar, apalagi tidak semua siap menghadapi bencana,” ungkap Syarifah.

Dia memaparkan Indonesia menduduki peringkat kedua wilayah paling berisiko terhadap bencana. Ini dari semua jenis bencana baik geologi maupun hidrologi menimpa Indonesia.

BNPB mencatat, pada 2024, ada 1800 bencana yang terjadi di Indonesia. Itupun bencana yang terjadi berulang, mulai dari banjir, gempa bumi, longsor, dan tsunami.

“Bencana bisa diantisipasi dengan kesiapan baik di tingkat individu maupun komunitas, bahkan dari tingkat kebijakan,” tutupnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: BRIN

Tags

Rekomendasi

Terkini

X