Mereka berhasil mendemonstrasikan teknologi tersebut menggunakan model skala yang dikendalikan dari jarak jauh.
Pembangunan jet ukuran penuh pertama telah dimulai, dan pengujiannya dijadwalkan akan dimulai pada awal tahun 2025.
Namun sekali lagi, kasusnya juga sama, terkendala masalah pendanaan.
Inggris juga bermain di bisnis eVTOL atau taksi terbang tenaga listrik ini.
Perusahaan tersebut adalah Vertical Aerospace.
Perusahaan yang berkantor pusat di Bristol ini didirikan pada tahun 2016 oleh pengusaha Stephen Fitzpatrick, yang juga mendirikan OVO Energy.
Baca Juga: Makan Bergizi Gratis Pakai Susu Ikan, Nelayan Bakal Naik Kelas
Namun setali tiga uang, perusahaan ini juga terkendala masalah pendanaan investasi.
Di tengah kegalauan bisnis ini, Angkatan Udara Swedia berhasil mulai menjalankan pengembangan taksi terbang.
Taksi terbang asal Swedia tersebut dinamakan CityAirbus NextGen, pesawat empat tempat duduk ini memiliki delapan baling-baling dan jangkauan 80 km.
Namun permasalahan yang dihadapi adalah CityAirbus NextGen memerlukan ketersediaan bandara resmi untuk melakukan pendaratan.
Sehingga biaya yang diperlukan dalam operasional cukup besar dan tidak efisien, kecuali untuk keperluan pemerintah.***